<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet href="http://feeds.musikator.com/~d/styles/rss2full.xsl" type="text/xsl" media="screen"?><?xml-stylesheet href="http://feeds.musikator.com/~d/styles/itemcontent.css" type="text/css" media="screen"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Musikator | Blog Direktori Musik Indonesia » Rock</title>
	
	<link>http://www.musikator.com</link>
	<description>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 12:44:17 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>in</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>© </copyright>
		<managingEditor>robinmalau@gmail.com ()</managingEditor>
		<webMaster>robinmalau@gmail.com()</webMaster>
		<category />
		<ttl>1440</ttl>
		<itunes:keywords />
		<itunes:subtitle />
		<itunes:summary />
		<itunes:author />
		<itunes:category text="Music" />
		<itunes:owner>
			<itunes:name />
			<itunes:email>robinmalau@gmail.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://www.musikator.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://www.musikator.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Musikator | Blog Direktori Musik Indonesia</title>
			<link>http://www.musikator.com</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.musikator.com/musikatorrock" type="application/rss+xml" /><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><item>
		<title>THINKING STRAIGHT</title>
		<link>http://www.musikator.com/thinking-straight/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/thinking-straight/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 23:03:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bands]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Rock]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=903</guid>
		<description><![CDATA[
THINKING STRAIGHT adalah kontingen lawas aggressive hardcore asal Depok. Kuintet yang terdiri dari Hendri 8, Bonar x, Adit Straight, Donalfury7, Isan, selain mantap merangkul paham straight edge sejak 1996, juga secara musikal mengedepankan gitar nan melodik lagi harmonis, ditambahi lengkingan vokal garang. Belum lagi keberanian mereka menggabungkan antara 88&#8242; youth crew style dengan heavy metal [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/thinking-straight/feed/</wfw:commentRss>
<enclosure url="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/12/thinking-straight-independent-individual.mp3" length="2432104" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/12/thinking-straight-positive-crew.mp3" length="1795134" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2008/12/thinking-straight-step-forward.mp3" length="1523879" type="audio/mpeg" />
		</item>
		<item>
		<title>Bali Jamfest 2008</title>
		<link>http://www.musikator.com/bali-jamfest-2008/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/bali-jamfest-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 04:47:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Event]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Rock]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=905</guid>
		<description><![CDATA[Berita Pers
Ditulis oleh Rudolf Dethu
Gelegar respons positif dari publik, sukses besar pagelaran pertama pada tahun 2007, pekat menebalkan keyakinan Pregina Enterprise menyelenggarakan kembali Bali Jamfest untuk kedua kalinya. Benar, konser musik Bali paling akbar sepanjang sejarah&#8212;dari, oleh, dan untuk orang Bali&#8212;unjuk gigi kembali, membusungkan dada lagi.
Bali Jamfest 2008 terbilang sungguh kolosal di segala hal. Dilangsungkan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/bali-jamfest-2008/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>CUPUMANIK</title>
		<link>http://www.musikator.com/cupumanik/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/cupumanik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 02:38:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bands]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Rock]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=866</guid>
		<description><![CDATA[
Di tahun 1996 band ini terbentuk, Che (vocal) dan Iyak (bass) adalah yang pertama menemukan dan mendirikan band ini. Bandunglah kota yang ditakdirkan untuk mempertemukan para personelnya dan membesarkan band ini. Pada awal kemunculannya di kota Kembang Bandung, Cupumanik tampil sebagai band cover song lagu-lagu semacam: Pearl Jam, Stone Temple Pilots, Soundgarden, Bush, Live, Silverchair, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/cupumanik/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.musikator.com/audio/Cupumanik%20-%20Maha%20Rencana.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Di tahun 1996 band ini terbentuk, Che (vocal) dan Iyak (bass) adalah yang pertama menemukan dan mendirikan band ini. Bandunglah kota yang ditakdirkan untuk mempertemukan ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Di tahun 1996 band ini terbentuk, Che (vocal) dan Iyak (bass) adalah yang pertama menemukan dan mendirikan band ini. Bandunglah kota yang ditakdirkan untuk mempertemukan para personelnya dan membesarkan band ini. Pada awal kemunculannya di kota Kembang Bandung, Cupumanik tampil sebagai band cover song lagu-lagu semacam: Pearl Jam, Stone Temple Pilots, Soundgarden, Bush, Live, Silverchair, Foo Fighters sampai Alice in Chains.

Tepat ketika musik grunge sedang bergulir di era itu, Cupumanik mulai dikenal sebagai bintang tamu di banyak acara musik grunge, sebut saja acara grunge pertama dan terbesar di Bandung yang sangat fenomenal yaitu "Grungy", di event tersebut Cupumanik menarik banyak perhatian dari publik musik Bandung. Setelah itu mulailah merambah job manggung ke kampus-kampus, pensi, off air radio dan cafe yang sengaja membuat event seperti "99% Grunge", "Seattle Sound Nite".

Di tahun 1999, Cupumanik sudah mulai mengenalkan musik mereka sendiri, mereka sudah mulai memiliki keinginan kuat untuk mencari bentuk dan identitas musikal mereka. Lagu yang pertama kali diciptakan adalah berjudul Kuyup, sebuah penjelajahan musikal yang sangat blues dengan lirik yang sangat personal, mengenai deskripsi estetika sex. Lagu kedua yaitu Tentang Abu-Abu, sebuah lirik instrospektif mengenai diri yang sedang "high" tiba-tiba tersadar mendengar senandung adzan magrib. Lalu Aib sebuah lagu yang tercipta karena sebuah kondisi nyata seorang teman wanita yang dibuang keluarga dengan kisah hamil di luar nikah. Lagu Aib-lah yang membuat band ini makin dikenal, setelah lagu ini masuk ke dalam chart indie di radio.

Di tahun 2001, band ini makin menemukan bentuk musikalnya, fondasipun semakin kuat didukung personel yang makin solid setelah berganti-ganti personel sebelumnya. Che dan Iyak akhirnya menemukan Rama (gitar), Eski (gitar) dan Dony (drum). Single Maha Rencana di-publish oleh salah satu majalah sub culture bernama Ripple, dalam sebuah kaset dari bonus majalah mereka. Single Maha Rencana-lah sebuah tiket menuju scene music Bandung yang sangat heterogen dan besar persaingannya.

Rencana untuk merilis album sendiri dengan jalan independen akhirnya buyar setelah ada tawaran dari label major Sony Music, tawaran pertama dari mereka adalah membuat split album, side A CUPUMANIK dan side B adalah band Jakarta SAINT LOCO. Tawaran itu ditolak Cupumanik, tak lama setelah lobby-lobby panjang dengan Sony Music, label major lokal Aquarius Musikindo langsung menawari mereka full album di bawah bendera Pop Music/Aquarius. Tahun 2004 Cupumanik resmi bergabung dengan Aquarius untuk 2 album. Debut album major bertitel Cupumanik akhirnya rilis secara nasional pada April 2005. Dengan single pertama Maha Rencana.

Sebelum rilis album, di tengah-tengah masa rekaman album, Cupumanik melakukan rangkaian tour bersama band alternative /RIF yang juga asal Bandung, tour 5 kota di mulai dari kota Surabaya, berlanjut ke Malang, Yogyakarta, Cirebon dan berakhir di Jakarta. Di tahun 2005 akhir, band ini masuk kedalam album soundtrack film "Dealova" dengan single Perkenankan Aku Mencintainya, sebuah lirik yang memaparkan hubungan pelik sepasang kekasih yang berbeda agama. Single kedua dengan judul Bukan Saat Ini diluncurkan di akhir 2006, dan lagu ini pun masuk sebagai soundtrack film layar lebar "Ada Aku Kamu Ada", di bulan Mei 2008.

Konsep "Love, Live and Empatyhy" menjadi tag line atau slogan yang sengaja dihembuskan kepada publik dan media sebagai sebuah slogan representatif atau gambaran lirik-lirik yang terkandung di album pertama mereka. Media bahkan menyebut mereka sebagai "sebuah band empathy rock", "Band Grunge dari Bandung" dan ungkapan lain dari media seperti "Seattle Rock on Acid". Publik grunge lokal, komunitas grunge di Jakarta, Bandung, Palembang, Cirebon, Bogor mengundang show mereka atas nama musik grunge, dan Cupumanik berkali-kali tampil sebagai headline dalam acara grunge seperti "Pearl Jam Nite" dengan sambutan yang sangat baik.

Saat </itunes:summary>
		<itunes:keywords>Bands,,News,,Rock</itunes:keywords>
		<itunes:author>robinmalau@gmail.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Sampul Album Rock Bersejarah: Beken Tapi Butut</title>
		<link>http://www.musikator.com/sampul-album-rock-bersejarah-beken-tapi-butut/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/sampul-album-rock-bersejarah-beken-tapi-butut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 02:41:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>

		<category><![CDATA[Rock]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=809</guid>
		<description><![CDATA[Bagi sebagian &#8220;fundamentalis&#8221; semacam Robin Malau (sang konseptor Musikator, in case you don&#8217;t know), ritual mengunduh lagu gratisan hampir tidak mendapat tempat di ranah musikalnya. Sosok macam Robin sebisanya memilih untuk membeli album orisinil. Apalagi, memang, harus diakui, sampul album&#8212;utamanya terbitan artis-artis Barat&#8212;memang rata-rata menarik, digarap serius, tinggi estetika seni. Mengkoleksi karya asli London Calling, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/sampul-album-rock-bersejarah-beken-tapi-butut/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>GEEKSSMILE: Warta Aktual + Hadiah 2 Tembang Anyar</title>
		<link>http://www.musikator.com/geekssmile-warta-aktual-hadiah-2-tembang-anyar/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/geekssmile-warta-aktual-hadiah-2-tembang-anyar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 23:08:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Free Stuffs]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Rock]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=780</guid>
		<description><![CDATA[
Prima, garis depan Geekssmile, memilih untuk mengisahkan sendiri mulai dari aplikasi analog, penerapan analogi dan visualisasi, gelora Streetjunkie, hingga revolusi abadi. 

Geekssmile baru saja menyelesaikan 2 dari 3 sesi rekaman album ke 2 yang akan diberi judul Upeti Untuk Macan Asia yang rencananya berisi 10 lagu. Dari 5 lagu yang sudah ditransfer, kami memutuskan untuk [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/geekssmile-warta-aktual-hadiah-2-tembang-anyar/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.musikator.com/audio/Geekssmile%20-%20Streetjunkie.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Prima, garis depan Geekssmile, memilih untuk mengisahkan sendiri mulai dari aplikasi analog, penerapan analogi dan visualisasi, gelora Streetjunkie, hingga revolusi abadi. 


Geekssmile baru saja menyelesaikan ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Prima, garis depan Geekssmile, memilih untuk mengisahkan sendiri mulai dari aplikasi analog, penerapan analogi dan visualisasi, gelora Streetjunkie, hingga revolusi abadi. 


Geekssmile baru saja menyelesaikan 2 dari 3 sesi rekaman album ke 2 yang akan diberi judul Upeti Untuk Macan Asia yang rencananya berisi 10 lagu. Dari 5 lagu yang sudah ditransfer, kami memutuskan untuk mengupload 2 lagu yang di bawah sebagai teaser. Album akan berbentuk full album, jenis musiknya akan banyak berubah karena banyaknya input baik dari scene, personal life masing-masing personel, berbagai macam substansi (hmm...) maupun dari koleksi cd yang semakin menumpuk. Kami juga menggunakan metode baru dalam membuat lagu, dan dari beberapa orang yang saya mintai pendapatnya, semuanya mengiyakan bahwa ada "environment" dan "atmosfir" yang tercipta di tiap lagu, terlepas dari mereka bersimpati kepada Geekssmile atau tidak, saya tidak terlalu perduli *Karena itu saya kirimkan lagunya pada Dethu, I need your comment badly* Hal-hal di atas secara nyata mempengaruhi pola berpikir dan cara pandang kami terhadap lingkungan, dan tentu saja sistem yang ada di sekeliling kami.

Lirik Yuri tidak banyak berubah, dia masih marah dan masih sangat tajam. Lirik saya sedikit banyak berubah karena saya menghabiskan 2 tahun terakhir saya di Kutafornia dan mulai sedikit carried out, hehe... coba deh cek Streetjunkie, you'll know what I mean. But I'm still angry though... You can count on me on it.

Bicara masalah Streetjunkie, berarti bicara masalah album kedua ini, kami banyak melakukan analogi dan memvisualisasikan hal-hal di sekeliling kami, sedikit mengurangi direct doktrin, lebih mengetengahkan direct approach.

Streetjunkie adalah demonstran, dan liriknya adalah percampuran antara lirik hardcore positif dan psychedelic yang trippy (lyrics below). Di album ini kami mendansakan revolusi dan Marcos adalah DJ-nya. Yeah!

Revoltanthem, sesuai namanya, adalah lagu revolusi abadi. Lagu ini adalah salah satu materi awal Upeti Untuk Macan Asia. Nuansa rapcorenya masih sangat terasa di sini. Tapi pada sesi take vokal, di bagian akhir lagu saya merubah cara menyanyi saya gara-gara Tom Araya.


Sesi 1 dan 2 album direkam di Amps studio Jimbaran, milik Arnaud (eks manager Navicula, dia cukup banyak membantu di album ke-2 ini). Metode rekaman adalah full analog (dengan pita = no editing = really tiring). Kami memilih studio Amps karena sound yang dihasilkan sesuai dengan kriteria yang kami inginkan. The price is quite expensive though. Untuk satu shift kami harus merogoh 750.000,-. Salah satu alasan kenapa kami harus serius (dan menjual) album ini, tidak seperti Jurnal Perang Indonesia (JPI) yang pada awalnya gratis.

Lagu-lagu yang direkam pada 2 sesi awal ini adalah Streetjunkie, Mendobrak Dominasi, Revoltanthem, Rebeldia dan Black Blood Green Thunder. Sampai email ini ditulis, progress sudah mencapai transfer data (dari pita ke protools). Semua lagu di 2 sesi ini direkam tanpa metronom, karena kami mempertanggungjawabkan lirik kami .
..emosi adalah metronomku...
*Peluru Distorsi* (album Jurnal Perang Indonesia)


Sesi 3 rencananya akan direkam di DQ studio di daerah Siulan - Denpasar (DQ studio sukses merekam Discotion Pill, Born by Mistake dll). Studio ini memakai metode digital untuk merekam dan kami merasa soundnya tepat untuk lagu-lagu yang akan direkam di sesi terakhir ini. Adapun lagu yang rencananya akan direkam adalah Tuhan Tuhan Baru, Bayang Tak Berwajah, Aku Adalah Peluru (Napalm Drive), Parallel Hostilities dan Lepas Kontrol.

Kami tidak melakukan featuring di album ini, karena sudah sangat eksperimental. Kami ingin dikenal sebagai Geekssmile, bukan RATM Indonesia.

Slayer, [Old] Metallica, Led Zeppelin, Jimi Hendrix, Kool and The Gang, Earth Wind and Fire, Tool dan bahkan Soundgarden (terimakasih Robi, you made a good job bro) akan banyak terdengar di album ini.

Intinya di album ini adalah kami ingin membuat suasana di tiap lagu, dan mene</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Free,Stuffs,,News,,Rock</itunes:keywords>
		<itunes:author>robinmalau@gmail.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>SAJAMA CUT</title>
		<link>http://www.musikator.com/sajama-cut/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/sajama-cut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 08:04:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bands]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Rock]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=699</guid>
		<description><![CDATA[
SAJAMA CUT, band Indie rock asal Jakarta yang kini formasinya adalah Marcel Thee, Dion Panlima Reza, R. Banu Satrio, Andreas Humala S., Randy Appriza Akbar; mulai mencuri perhatian publik muda sejak dirilisnya single Less Afraid sebagai soundtrack film Janji Joni.
Pada awal September 2005, Sajama Cut merilis album kedua mereka; The Osaka Journals di bawah label [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/sajama-cut/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.musikator.com/audio/Sajama%20Cut%20-%20Fin%20(Sintecoraz).mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>SAJAMA CUT, band Indie rock asal Jakarta yang kini formasinya adalah Marcel Thee, Dion Panlima Reza, R. Banu Satrio, Andreas Humala S., Randy Appriza Akbar; ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>SAJAMA CUT, band Indie rock asal Jakarta yang kini formasinya adalah Marcel Thee, Dion Panlima Reza, R. Banu Satrio, Andreas Humala S., Randy Appriza Akbar; mulai mencuri perhatian publik muda sejak dirilisnya single Less Afraid sebagai soundtrack film Janji Joni.

Pada awal September 2005, Sajama Cut merilis album kedua mereka; The Osaka Journals di bawah label Universal Music Indonesia (menjadikan mereka artis lokal Universal Music Indonesia yang pertama). Rekaman berisi sebelas lagu ini mengedepankan Fallen Japanese; yang mewakili musik Sajama Cut secara keseluruhan; sebagai single pertamanya. The Osaka Journals dirilis dalam bentuk Enhanced CD dan MC (kaset).

Fallen Japanese sering diputar oleh radio-radio di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan kota-kota lain di Indonesia. Fallen Japanese dan Less Afraid yang menjadi salah satu "most requested song" dan menduduki posisi tertinggi chart MTV JAMU dan Prambors Nubuzz di Jakarta dan radio-radio lainnya. Video klip untuk Fallen Japanese seperti video klip pertama Sajama Cut untuk Less Afraid, juga menjadi salah satu high rotation video seperti di MTV Global serta O-Channel.

Awal Agustus 2006, Sajama Cut turut serta mengisi soundtrack untuk sebuah film indie lokal berjudul "Foto, Kotak, Jendela". Di film tersebut, Sajama Cut melantunkan versi demo dari 4 lagu baru mereka.

Lalu pada 2007 Marcel dkk merilis mini album Nemesis, diikuti kemudian pada 2008 dengan album remix  yang melibatkan sejawat Sajama Cut dari seluruh belahan dunia, persis seperti tajuknya: L'Internationale
*Diolah dari berbagai sumber

____________________________

ARTIST DETAILS
Nama: SAJAMA CUT
Tanggal/Tahun Berdiri : 2001
Genre: Indie Rock

Personnel:
1. J. Marcel Thee (gitar, vokal, serbaneka instrumen)
2. Dion Panlima Reza
3. R. Banu Satrio
4. Andreas Humala S.
5. Randy Appriza Akbar

CONTACT
Contact Person : Eric
Ponsel/Telp.: 08562329958
E-mail: info@sajamacutband.com
Website/MySpace/Friendster:
www.sajamacutband.com
www.myspace.com/sajamacut
www.friendster.com/sajamacut

DISKOGRAFI

Album Penuh:
1. Apologia
Label: self-released
Tahun terbit: 2002
2. The Osaka Journals
Label: The Bronze Medal Recording Company/Universal Music Indonesia
Tahun terbit: 2005

Mini Album/EP
1. The Nemesis
Label: The Bronze Medal Recording Company
Tahun terbit: 2007

Remixes
1. L'Internationale
Label: The Bronze Medal Recording Company
Tahun terbit: 2008

Album Kompilasi
1. JKT: SKRG vol. 1
Track: Less Afraid
Label: Aksara Records
Tahun terbit: 2004
2. Janji Joni OST
Track: Less Afraid
Label: Aksara Records
Tahun terbit: 2005
3. Alila Compilation
Label: Alila records
Tahun terbit: 2006
4. Mesin Distorsi vol. 1
Label: Distorsi
Tahun terbit: 2002
5. Crack'n D' Egg
Label: Crack'n D Egg Records
Tahun terbit: 2003
6. Total Feedback
Label: Total Feedback Records
Tahun terbit: 2003

ADDITIONAL INFOS
Influenced by: Hank Williams, The Feelies, Wire, The Church

_________________________

LISTEN AND DOWNLOAD SAJAMA CUT

[display podcast]</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Bands,,News,,Rock</itunes:keywords>
		<itunes:author>robinmalau@gmail.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>THE HYDRANT: Kabar Terkini + Bonus 2 Lagu Baru</title>
		<link>http://www.musikator.com/the-hydrant-kabar-terkini-bonus-2-lagu-baru/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/the-hydrant-kabar-terkini-bonus-2-lagu-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 09:47:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Rock]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=765</guid>
		<description><![CDATA[Wih, pasti, selain saya, pasti banyak publik muda yang bertanya-tanya: The Hydrant kemana? Apa kabarnya? Benar, these last 6 months inventor Rockabilly asal Bali ini bak lenyap ditelan bumi. Padahal 1-2 tahun sebelumnya popularitasnya amat wangi. Kerap nongol di majalah juga tivi, tour Jawa - Bali konstan tanpa henti.  Namun setelahnya,  beringsut sirna [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/the-hydrant-kabar-terkini-bonus-2-lagu-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.musikator.com/audio/The%20Hydrant%20-%20The%20Road%20of%20My%20Life.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Wih, pasti, selain saya, pasti banyak publik muda yang bertanya-tanya: The Hydrant kemana? Apa kabarnya? Benar, these last 6 months inventor Rockabilly asal Bali ini ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Wih, pasti, selain saya, pasti banyak publik muda yang bertanya-tanya: The Hydrant kemana? Apa kabarnya? Benar, these last 6 months inventor Rockabilly asal Bali ini bak lenyap ditelan bumi. Padahal 1-2 tahun sebelumnya popularitasnya amat wangi. Kerap nongol di majalah juga tivi, tour Jawa - Bali konstan tanpa henti.  Namun setelahnya,  beringsut sirna tak tentu rimbanya. Kuartet beranggotakan Marshello (biduan, harmonika), Wiz (gitar), Morris (drum) dan Zio (bas betot) ini begitu saja hilang dari peredaran. Where are they now?


Kabar terakhir yang saya dengar sih Zio sejak beberapa bulan belakangan sedang berada di jazirah Arab, ngamen dengan sebuah band Top 40. Dan adiknya, Morris, cenderung mengurangi aktivitas bermusik, lebih asyik menikmati hidup bersama pacar barunya. Yang sesekali masih muncul---minum bir dingin seraya bergaul, tepatnya---di acara-acara musik lokal cuma Wiz dan Marshello. Itu pun sekadar menonton, bukan menjadi yang ditonton. Dari bincang-bincang kecil saat bertemu tersebut setiap kali ditanyakan kabar tentang The Hydrant, respons yang muncul adalah semacam: "istirahat dulu", atau: "sementara vakum", atau agak detail tapi belum memuaskan keingintahuan: "sibuk dengan projek masing-masing". Oh well, ok, dude, sure.
Sampai kemudian beberapa minggu silam saya dan Wiz meluangkan waktu minum kopi bareng sekalian ngobrol soal kelanjutan The Hydrant. Kabar termutakhir ternyata oh-sangat mengejutkan: dua bersaudara, Zio dan Morris, resmi mengundurkan diri. Bukan itu saja, Jappy, manajer yang mendampinginya sejak era awal---serta mendorong perubahan nama "Hydra" menjadi "The Hydrant", juga meletakkan jabatannya. Ketiganya memutuskan keluar dengan damai, berpisah baik-baik. Holy sh*t, The Hydrant bubar dong? Wiz tegas menjawab, "Tidak. The Hydrant tetap eksis". Menurut Wiz, band yang sempat bernaung di bawah EMI Indonesia ini akan dinahkodai oleh dirinya dan Marshello. Departemen bas serta drum hingga waktu yang belum ditentukan akan diisi oleh additional musician (sampai tulisan ini dibuat, Iwan dari Pandawa Band dimintai bantuan memegang bas dan Metta dari Jeanie pada drum). Formasi temporer ini telah sempat uji coba perdana di sebuah konser di Denpasar 2 minggu lalu. Belum memenuhi harapan, memang (score: 7 out 10). Masih harus banyak dipoles, terutama di drum. Maklumlah, Metta sejatinya adalah anak metal. Baginya memainkan Rockabilly tentu perlu penyesuaian masif. Kita tunggu apa Metta, yang di skena Metal lokal merupakan salah satu penggebuk drum paling bersinar, bisa sukses beradaptasi dengan Rockabilly.

The Hydrant formasi awal - dari kiri ke kanan: Zio, Wiz, Marshello, Morris
Nah, untuk membunuh kerinduan sejawat semua terhadap The Hydrant, Wiz dan Marshello berbaik hati bersedekah kepada Musikator 2 tembang yang belum pernah dirilis sebelumnya. Walau mixing-nya dikerjakan di studio kelas rumahan oleh Iwan, tapi kualitasnya lumayanlah. Berikut deskripsinya:

1. The Road of My Life 
Lirik: Morris - Musik: Morris dan The Hydrant
The Hydrant, yang biasanya riang bersinar benderang, kali ini mencoba mengakrabi sisi gelap Rockabilly. Dan mereka mampu meningkahinya dengan amat baik. Di sini The Hydrant sanggup menunjukkan kelasnya sebagai suri tauladan Republik Rockabilly Indonesia. Awesome, kats!

2. Easy Come #38; Easy Go
Lirik #38; Musik: Wiz
Lagu yang sebenarnya sudah ready-to-go sejak awal 2007. Wiz bilang tembang ini terinspirasi oleh petualangan asmara you-know-who sesama anggota band di The Hydrant. Wiz pula menggarisbawahi isian drum yang cruisin' bangeetts...
Pomp 'n stomp, y'all!


*Foto band merupakan kontribusi dari Jappy
*Baca juga: Pompadour d'Amour




</itunes:summary>
		<itunes:keywords>News,,Rock</itunes:keywords>
		<itunes:author>robinmalau@gmail.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Interaksi Hati Para Maniak Ide</title>
		<link>http://www.musikator.com/interaksi-hati-para-maniak-ide/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/interaksi-hati-para-maniak-ide/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 01:33:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>musikator</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Rock]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=757</guid>
		<description><![CDATA[

Robi, biduan Navicula, kembali menulis, khusus untuk Musikator. Di kesempatan ini sang vokalis mengisahkan rendezvous di kala senja  (istilah Robi: sunset hangout) dengan Che, sosok kharismatik di balik Cupumanik. 
Ngobrol-ngobrol bareng Chandra ‘Che’ Cupumanik seru banget!
Pas dia lagi liburan di Bali kemaren, tgl 29 Agust 2008, kita janjian ketemu di Circle K Kuta Beach sore [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/interaksi-hati-para-maniak-ide/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Kabar CBGB</title>
		<link>http://www.musikator.com/apa-kabar-cbgb/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/apa-kabar-cbgb/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 23:21:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Rock]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=753</guid>
		<description><![CDATA[Ok, iya, memang, CBGB sudah tutup usia pada 2005. Klub legendaris tersebut, menurut sang pendiri, Hilly Kristal, rencananya dipindah ke Las Vegas. Tapi doski keburu meninggal. Saya kurang tau apa akhirnya jadi dipindah ke Vegas apa tidak (maybe you guys know?).
Namun tepat di lokasi dimana CBGB dulu berada, 315 Bowery, Bleecker Street, Manhattan, New York [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/apa-kabar-cbgb/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nymphea: Malaikat Cadas</title>
		<link>http://www.musikator.com/nymphea-malaikat-cadas/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/nymphea-malaikat-cadas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 17:53:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Rock]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=724</guid>
		<description><![CDATA[
Bagi Musikator, Nymphea adalah sebentuk anomali yang mencerahkan. Satu dari sejumlah kecil titik terang yang menyeruak dari kegelapan rimba band-band cengeng tipikal Melayu. Tak cuma itu, saya&#8212;mewakili Musikator&#8212;berani bilang bahwa musik Indonesia butuh Nymphea. Huh? Well, look, coba deh simak sekitar, kapan sih terakhir kali kita mendengar teriakan bertenaga dari seorang lady rocker? Benar, sudah [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/nymphea-malaikat-cadas/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
