<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.musikator.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" version="2.0">

<channel>
	<title>Musikator | Blog Direktori Musik Indonesia » Founder’s Blog</title>
	
	<link>http://www.musikator.com</link>
	<description>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Feb 2011 09:58:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en_us</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<copyright>2008-2009 </copyright>
	<managingEditor>robinmalau@gmail.com (Musikator | Blog Direktori Musik Indonesia)</managingEditor>
	<webMaster>robinmalau@gmail.com (Musikator | Blog Direktori Musik Indonesia)</webMaster>
	<image>
		<url>http://www.musikator.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
		<title>Musikator | Blog Direktori Musik Indonesia</title>
		<link>http://www.musikator.com</link>
		<width>144</width>
		<height>144</height>
	</image>
	<itunes:subtitle />
	<itunes:summary>Indonesia Music Directory, featuring free downloads from the finest Indonesian independent bands.</itunes:summary>
	<itunes:keywords />
	<itunes:category text="Music" />
	<itunes:author>Musikator | Blog Direktori Musik Indonesia</itunes:author>
	<itunes:owner>
		<itunes:name>Musikator | Blog Direktori Musik Indonesia</itunes:name>
		<itunes:email>robinmalau@gmail.com</itunes:email>
	</itunes:owner>
	<itunes:block>no</itunes:block>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
	<itunes:image href="http://www.musikator.com/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.musikator.com/founder" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="founder" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>Mayoritas ≠ Kebenaran</title>
		<link>http://www.musikator.com/mayoritas-%e2%89%a0-kebenaran/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/mayoritas-%e2%89%a0-kebenaran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 16:05:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Robin Malau</dc:creator>
				<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Mainstream]]></category>
		<category><![CDATA[Rant]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1486</guid>
		<description><![CDATA[Sore tadi saya ngobrol dengan Jerink Superman Is Dead. That guy has a beautiful mind, dia bisa jadi orang influential bukan karena tidak ada latar belakang. Jadi ceritanya, perbincangan tadi adalah karena trend pembicaraan hari ini di Twitter tentang penolakan orang-orang melek internet akan rencana sensor pemerintah, akan konten di internet 1. Aktifis di Twitter, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fmayoritas-%25e2%2589%25a0-kebenaran%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fmayoritas-%25e2%2589%25a0-kebenaran%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sore tadi saya ngobrol dengan Jerink Superman Is Dead. That guy has a beautiful mind, dia bisa jadi orang influential bukan karena tidak ada latar belakang.</p>
<p>Jadi ceritanya, perbincangan tadi adalah karena trend pembicaraan hari ini di Twitter tentang penolakan orang-orang melek internet akan rencana sensor pemerintah, akan konten di internet <sup class='footnote'><a href='#fn-1486-1' id='fnref-1486-1'>1</a></sup>. Aktifis di Twitter, termasuk saya, mengirimkan tweet dengan hastag <a href="http://twitter.com/#search?q=%23tolakRPMkonten">#tolakRPMkonten</a>.</p>
<p>To cut long story short, saya posting ini (retweet dari rekan <a href="http://twitter.com/qronoz" target="_blank">@qronoz</a>):</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-1487 aligncenter" title="tolak rpm" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/02/tolak-rpm.jpg" alt="" width="600" height="420" /></p>
<p>Dan Jerink membalas:</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/02/mayoritas.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1486];player=img;" title="mayoritas"><img class="size-full wp-image-1488 aligncenter" title="mayoritas" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2010/02/mayoritas.jpg" alt="" width="600" height="432" /></a></p>
<p>That is so fucking true! Brutally true!</p>
<p>Kejadian mengapa pemerintah ingin membatasi konten rakyat di internet adalah keinginan mereka mendengar &#8216;mayoritas&#8217;. Lepas dari ini masalah politik atau bukan, masalahnya adalah, suara mayoritas bukan berarti suara yang benar <sup class='footnote'><a href='#fn-1486-2' id='fnref-1486-2'>2</a></sup>.</p>
<h3>Coba baca fenomena ini:</h3>
<p>Menurut statistik, kebanyakan orang di dunia menggunakan browser Internet Explorer. Ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Meski kenyataan lain menyebutkan bahwa browser tua buruk rupa ini adalah browser paling tidak aman di dunia.</p>
<p>Beberapa minggu lalu terjadi kasus besar. Jadi, ceritanya pemerintah Cina nge-hack Gmail account seorang aktifis hak asasi manusia. Kejadian ini sempat membuat Google (pemilik layanan Gmail) bersitegang dengan pemerintah Cina, ujungnya pemerintah Amerika sempat pula bersitegang dengan pemerintah Cina. Oalah, disidik-sidik ternyata penyebabnya adalah, aktifis tadi menggunakan Internet Explorer, dan kelemahan faktor keamanan browser ini berhasil di eksploitasi oleh hacker.</p>
<p>Apa moral cerita diatas? Orang kebanyakan ternyata salah. Internet Explorer bukanlah internet browser yang benar. Dan ini sudah berlangsung in oh sooooo many years.</p>
<h3>Lantas apa hubungannya semua ini dengan musik dan band saya?</h3>
<p>Begini.</p>
<p>Di dunia musik, band yang tidak bisa menembus dunia mainstream (baca: mayoritas pasar) selalu dianggap remeh. Di lingkungan sosial, ini sudah berlangsung juga in sooooo many years. Sampai-sampai, kebanyakan dari kita juga percaya, bahwa musik bukan mainstream itu musik jelek. Musik bukan mainstream adalah musik yang tidak benar.</p>
<p>Jangan khawatir. Kita ditipu oleh fenomena mayoritas = kebenaran ini. Kalau musik kamu tidak mainstream, bukan berarti musik kamu jelek. Karena pasar, mayoritas suara orang, belum tentu benar.</p>
<p>Do not afraid my friends! Go with your heart and Play it loud!</p>
<div class='footnotes'>
<div class='footnotedivider'></div>
<ol>
<li id='fn-1486-1'>Informasi lebih lengkap bisa dibaca di <a href="http://politikana.com/baca/2010/02/12/selamat-datang-lembaga-sensor-internet-indonesia.html">Politikana</a> <span class='footnotereverse'><a href='#fnref-1486-1'>&#8617;</a></span></li>
<li id='fn-1486-2'>Hat tip to <a href="http://twitter.com/jeannechan/status/9007456978">Jeanne</a>! <span class='footnotereverse'><a href='#fnref-1486-2'>&#8617;</a></span></li>
</ol>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/mayoritas-%e2%89%a0-kebenaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sampul Album Rock Bersejarah: APPETITE FOR DESTRUCTION</title>
		<link>http://www.musikator.com/sampul-album-rock-bersejarah-appetite-for-destruction/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/sampul-album-rock-bersejarah-appetite-for-destruction/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 23:42:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1446</guid>
		<description><![CDATA[Hingga kini, album rilisan Guns N&#8217; Roses bertitel Appetite for Destruction ini masih merupakan album perdana yang paling cepat laku&#8212;the fastest-selling debut album&#8212;dalam sejarah. Selain itu, oleh banyak media musik terhormat karya ini memperoleh rekognisi adiluhung: Majalah Rolling Stone, pada tahun 1989, menempatkannya di rangking 20 album terbaik 1980an, serta pada 2003 dilokasikan di urutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fsampul-album-rock-bersejarah-appetite-for-destruction%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fsampul-album-rock-bersejarah-appetite-for-destruction%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Hingga kini, album rilisan Guns N&#8217; Roses bertitel <em><strong>Appetite for Destruction</strong></em> ini masih merupakan album perdana yang paling cepat laku&#8212;the fastest-selling debut album&#8212;dalam sejarah.</p>
<p>Selain itu, oleh banyak media musik terhormat karya ini memperoleh rekognisi adiluhung:</p>
<ul>
<li>Majalah Rolling Stone, pada tahun 1989, menempatkannya di rangking 20 album terbaik 1980an, serta pada 2003 dilokasikan di urutan 61 dalam &#8220;500 Greatest Albums of All Time&#8221;</li>
<li>Majalah Q, pada 2001, memasukkannya sebagai salah satu dari &#8220;50 Heaviest Albums of All Time&#8221;, lalu pada 2004 diganjar penghargaan lagi dan menyelipkannya ke daftar &#8220;The Greatest Classic Rock Albums Ever&#8221;</li>
<li>Harian virtual Pitchfork Media, pada 2002, meletakkannya di nomor 59 &#8220;Top 100 Albums of the 1980s&#8221;</li>
<li>Saluran televisi kabel VH1, pada 2003, meletakkannya di peringkat 42 &#8220;The Greatest Albums Ever&#8221;</li>
<li>Majalah Spin mendudukkannya di posisi 18 &#8220;100 Greatest Albums, 1985 &#8211; 2005&#8243;</li>
</ul>
<p style="text-align: left;">Ketika diterbitkan pertama kali pada 21 Juli 1987, kontingen cadas asal Los Angeles ini memakai karya pelukis mazhab &#8220;lowbrow&#8221;, Robert Williams, sebagai sampulnya.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/08/appetitefordestruction-original.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1446];player=img;" title="appetitefordestruction-original"><img class="size-full wp-image-1458 aligncenter" title="appetitefordestruction-original" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/08/appetitefordestruction-original.jpg" alt="appetitefordestruction-original" /></a>Robert Williams, alumni Los Angeles City College sekaligus pendiri majalah Juxtapoz, berkilasbalik bahwa kontaknya dengan Axl Rose &amp; co. pertama kali terjadi pada 1987. Robert, kala itu masih berusia 44 tahun, dihubungi oleh penerbitnya yang bilang bahwa sebuah grup band hard rock  bernama Guns N&#8217; Roses tertarik memasang salah satu gambar kartun dari buku kumpulan karyanya yang diterbitkan pada 1979, &#8220;The Lowbrow Art of Robert Williams&#8221;. Khususnya satu bagian dari seri &#8220;Super Cartoons&#8221; yang bertitel &#8220;Appetite for Destruction&#8221;.</p>
<p>Robert yang juga merupakan anggota kumpulan komikus bawah tanah, Zap Collective, tak terlalu mengacuhkan kabar tersebut. Bagi Robert, antusiasme macam begitu&#8212;apalagi dari kelompok &#8220;kemarin sore&#8221; macam GNR&#8212;bukanlah hal aneh, duhai amat kerap terjadi. Dan Robert mendiamkannya saja, tanpa merasa perlu menanggapi.</p>
<p>Hingga akhirnya GNR mendapatkan nomer telepon rumahnya dan menghubunginya. Sudah begitu, ia menyarankan agar GNR langsung saja datang ke rumahnya, menelisik satu persatu gubahannya, siapa tahu ada yang nyantol&#8212;kemudian berkeputusan batal menggunakan <em>Appetite</em> sebagai sampul album. <em>Appetite</em>, Robert paham benar, adalah opsi riskan sebab karya-karya komiknya telah terbukti sering membuat resah para penegak hukum.</p>
<blockquote><p>Guns N&#8217; Roses finally got my home number and called me. I suggested that they come over to my house and look through some slides and pack something other than Appetite for Destruction for the cover, because I knew they were gonna get in trouble with it. I&#8217;d faced a lot of legal troubles doing underground comics, so I was really well-versed in that</p></blockquote>
<p>Axl&#8212;penanggungjawab departemen vokal di GNR, sosok yang sedari awal paling semangat&#8212;kemudian muncul di kediaman Robert. Setelah diberi kesempatan melihat kumpulan karyanya, sang biduan tetap bersikeras memilih <em>Appetite</em>. Robert bukan saja lalu merelakannya, pula memberikan &#8220;harga damai&#8221; kepada Axl.</p>
<p>Beberapa minggu setelahnya, GNR menghubungi Robert lagi seraya meminta agar diijinkan memakai <em>Appetite</em> sebagai tajuk album mereka. Robert masih bermurah hati dan mengiyakannya.</p>
<blockquote><p>You have to remember, they were completely fucking unknown at this point, so I gave them a four-by-five transparency and the price that I&#8217;d give a shitty punk rock band. A few weeks later, they called me up and asked if they  could use the name. They couldn&#8217;t come up with a name for the album, I guess, so that&#8217;s how <em>Appetite for Destruction</em> came into our vernacular</p></blockquote>
<p>Mudah ditebak, sejenak setelah didistribusikan ke publik luas, reaksi keras spontak menyeruak. Utamanya dari Tipper Gore beserta tim &#8220;penegak norma konservatif&#8221;nya: Parents Music Resource Center alias PMRC. Geffen Records didesak agar tidak menggunakan kreasi tersebut sebagai sampul album karena dianggap mengeksploitasi ketelanjangan serta kental aroma seksualitas nan vulgar. Mungkin karena tekanan yang begitu kuat, GNR memutuskan mengalah. Karya Robert dipindah ke tengah, sampul album diganti dengan artwork bikinan Billy White, Jr.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/08/appetitefordestruction-pmrc.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1446];player=img;" title="appetitefordestruction-pmrc"><img class="size-full wp-image-1459 aligncenter" title="appetitefordestruction-pmrc" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/08/appetitefordestruction-pmrc.jpg" alt="appetitefordestruction-pmrc" /></a>And the rest is history.</p>
<p>____________________</p>
<p><span style="color: #ffff00;">*</span>Artikel ini merupakan terjemahan bebas dari majalah Revolver + sumber lain</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/sampul-album-rock-bersejarah-appetite-for-destruction/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Navicula: Pesta Perayaan Penerbitan “Salto” di Eastern Promise</title>
		<link>http://www.musikator.com/navicula-pesta-perayaan-penerbitan-salto-di-eastern-promise/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/navicula-pesta-perayaan-penerbitan-salto-di-eastern-promise/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 00:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1409</guid>
		<description><![CDATA[Kemang berjarak ribuan kilometer dari Seattle. Eastern Promise tak punya kedekatan tertentu dengan Sub Pop. Dan kemeja flanel bukanlah kostum khas Indonesia. Namun energi Seattle Sound, pola Grunge khas mazhab Sub Pop, serta kumpulan lajang berkemeja flanel, riuh memenuhi penjuru Eastern Promise. Dan memang, malam itu merupakan pesta yang diprakarsai oleh biang keroknya Grunge di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fnavicula-pesta-perayaan-penerbitan-salto-di-eastern-promise%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fnavicula-pesta-perayaan-penerbitan-salto-di-eastern-promise%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Kemang berjarak ribuan kilometer dari Seattle. Eastern Promise tak punya kedekatan tertentu dengan Sub Pop. Dan kemeja flanel bukanlah kostum khas Indonesia. Namun energi Seattle Sound, pola Grunge khas mazhab Sub Pop, serta kumpulan lajang berkemeja flanel, riuh memenuhi penjuru Eastern Promise. Dan memang, malam itu merupakan pesta yang diprakarsai oleh biang keroknya Grunge di Nusantara: NAVICULA. Kolektif asal Bali tersebut sedang merayakan penerbitan album terbarunya: <em><strong>Salto</strong></em>. Mereka berkeliling Jawa untuk memperkenalkan karya mereka yang ke-6 itu. Jakarta dipilih sebagai kota persinggahan pertama.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-056-web.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1409];player=img;" title="navicula-ep-056-web"><img class="size-full wp-image-1421 aligncenter" title="navicula-ep-056-web" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-056-web.jpg" alt="Navicula - Eastern Promise - 01" /></a>Sejak petang sekelompok pemuda berbaju kotak-kotak dan bersepatu Doc Martens tampak bergerombol di depan klub yang berlokasi tepat di jantung Kemang tersebut&#8212;konon sebagian di antaranya datang langsung dari pelosok Jawa. Semakin larut semakin banyak pengunjung yang datang lalu menyesaki setiap pojok ruangan. Jelas tergambar bahwa eksistensi band beranggotakan Robi (biduan, gitar), Dankie (gitar), Made (bas, vokal latar), serta Gembull (beduk Inggris), cukup mendapat atensi dari para aktivis sub kultur. Ikon-ikon penting musik alternatif pun tampak di sana-sini.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-044-web.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1409];player=img;" title="navicula-ep-044-web"><img class="size-full wp-image-1422 aligncenter" title="navicula-ep-044-web" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-044-web.jpg" alt="Navicula - Eastern Promise - 02" /></a>Beberapa band macam Balian, Stigmata, dan Nymphea, diberi kesempatan menjadi pembuka acara. Walau rata-rata kualitas dari penampil tersebut relatif istimewa serta memiliki kemampuan di atas rata-rata, ternyata belum sanggup menarik penonton untuk lebih mendekat ke panggung. Baru ketika Robi dkk masuk gelanggang, orang-orang yang tadinya hanya duduk di meja masing-masing atau cuma berdiri di bar sambil menggoyang-goyangkan badan sontak merangsek ke depan. Jarak antara crowd dengan Navicula jadinya tinggal sejengkal. Dan begitu lagu pertama digeber, beautiful chaos langsung pecah. Penonton menyambut dengan riang&#8212;i.e. moshing, headbanging, stage diving&#8212;berondongan tembang yang dilimpahkan. Mulai dari yang lawas seperti <em>Supremasi Rasa</em>, <em>Aku Bukan Mesin</em>, <em>Kali Mati</em>, atau lagu interpretasi ulang milik Pearl Jam, Nirvana, Soundgarden, hingga keluaran terbaru yang ternyata telah amat diakrabi, <em>Menghitung Mundur</em>, pula <em>Pantai Mimpi</em>. Sejawat dari Besok Bubar serta rekan sesama dari Pulau Dewata yang kebetulan berada di Ibukota, Marmar (Psychopathic) turut menyumbangkan teriakannya.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-226-web.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1409];player=img;"><img class="size-full wp-image-1424 aligncenter" title="navicula-ep-189-web" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-189-web.jpg" alt="Navicula - Eastern Promise - 03" /><img class="size-full wp-image-1423 aligncenter" title="navicula-ep-226-web" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-226-web.jpg" alt="Navicula feat. Marmar - Eastern Promise" /></a>Setelah hampir satu setengah jam direcoki too-Seattle Sound-to-be-true, lewat tengah malam pertunjukan akhirnya disudahi. Dan Navicula masih harus terus lanjut berkelana keliling Jawa.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-198-web.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1409];player=img;" title="navicula-ep-198-web"><img class="size-full wp-image-1425 aligncenter" title="navicula-ep-198-web" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/07/navicula-ep-198-web.jpg" alt="Navicula - Eastern Promise - 04" /></a>_____________________</p>
<p><span style="color: #ffff00;">*</span>Seluruh foto oleh Lakota Moira</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/navicula-pesta-perayaan-penerbitan-salto-di-eastern-promise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WTF: Anagrammatic Pop Pseudonym</title>
		<link>http://www.musikator.com/wtf-anagrammatic-pop-pseudonym/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/wtf-anagrammatic-pop-pseudonym/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 17:46:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1410</guid>
		<description><![CDATA[Bagi sejawat Musikatorians penyuka tembang cadas pasti familiar dengan Iggy Pop dan Nikki Sixx, bukan? Iggy Pop era The Stooges Nikki Sixx&#8212;ayo tebak yang mana&#8212;di kala muda Jika mengaku penggemar Hip Hop jelas kenal dengan Ol&#8217; Dirty Bastard dong? Ol&#8217; Dirty Bastard pasca Wu-Tang Clan Untuk skala lokal, tentu mengakrabi seniman mbeling mantan redaktur majalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fwtf-anagrammatic-pop-pseudonym%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fwtf-anagrammatic-pop-pseudonym%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p style="text-align: left;">Bagi sejawat Musikatorians penyuka tembang cadas pasti familiar dengan Iggy Pop dan Nikki Sixx, bukan?</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-1411 aligncenter" title="Iggy&amp;TheStooges" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/IggyTheStooges.jpg" alt="Iggy and the Stooges" /><em>Iggy Pop era The Stooges<br />
</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/MotleyCrue.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1410];player=img;" title="MotleyCrue"><img class="alignnone size-full wp-image-1412" title="MotleyCrue" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/MotleyCrue.jpg" alt="Motley Crue" /></a><br />
<em>Nikki Sixx&#8212;ayo tebak yang mana&#8212;di kala muda</em>
</p>
<p style="text-align: left;">Jika mengaku penggemar Hip Hop jelas kenal dengan Ol&#8217; Dirty Bastard dong?</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Odb_welfare.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1410];player=img;" title="Odb_welfare"><img class="size-full wp-image-1414 aligncenter" title="Odb_welfare" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Odb_welfare.jpg" alt="Ol' Dirty Bastard" /></a><em>Ol&#8217; Dirty Bastard pasca Wu-Tang Clan</em></p>
<p>Untuk skala lokal, tentu mengakrabi seniman mbeling mantan redaktur majalah musik legendaris Aktuil, Remy Sylado.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Aktuil.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1410];player=img;" title="Aktuil"><img class="alignnone size-full wp-image-1415" title="Aktuil" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Aktuil.jpg" alt="Aktuil" /></a><br />
<em>Salah satu edisi Aktuil</em></p>
<p>Namun tahukah anda bahwa Iggy Pop saat lahir oleh ibunya diberi nama James Newell Osterberg, Jr; dan Nikki Sixx dikenal sebagai Frank Carlton Serafino Ferrana. Sementara di KTP dan SIM milik Ol&#8217; Dirty Bastard yang tertera justru Russell Tyrone Jones. Dan di ijazah Remy Sylado identitas yang tercantum malah Yapi Panda Abdiel Tambayong.</p>
<p>Nah, penggunaan nama alternatif, identitas alias, A.K.A. (Also Known As), seperti ini diistilahkan sebagai <strong>Pseudonym</strong>.</p>
<p>Mundur ke belakang, geliat Pseudonym sebenarnya telah dimulai sejak jaman kerajaan. Semisal George III of the United Kingdom (1738  &#8211; 1820) bernama asli George William Frederick. Atau yang lebih lawas lagi bisa dilihat pada julukan yang diberikan kepada para Paus (Pope), pemimpin umat Katolik yang berkedudukan di Roma. Ambil satu contoh saja, Pope Gregory IX, yang menduduki posisi Paus sejak 1227 hingga 1241. Yang tertulis di akte kelahirannya amatlah berbeda: Ugolino di Conti.</p>
<p>Lain dari itu Pseudonym banyak diaplikasikan oleh pengarang buku, penulis puisi, artis teater &amp; film, pejuang gerilya, sampai computer hackers. Sementara di blantika musik Pseudonym dilakukan kerap dengan alasan untuk menghindari konflik dengan label tempat mereka bernaung. Iya, bagi yang belum ngeh, ketika seorang artis bergabung dengan sebuah label&#8212;apalagi label mayor&#8212;maka segala aktivitas berkeseniannya harus mendapatkan persetujuan dari label. Si artis dari label Sony&#8212;katakanlah begitu&#8212;tak bisa sembarangan, misalnya, berkolaborasi dengan musisi label Warner lalu merilis hasil karya tersebut di bawah Warner. Maka kiat &#8220;aman&#8221; yang sering jadi pilihan adalah memunculkan jati diri berbeda. Ini diterapkan oleh Jerry Samuel ketika menerbitkan single <em>They&#8217;re Coming to Take Me Away Ha-Haaa!</em> pada 1966. Dia menyebut dirinya Napoleon XIV guna berkelit dari isu legal formal yang mungkin datang dari labelnya. Segendang sepenarian dengan George Harrison, mantan personel The Beatles. Partisipasinya di sebuah lagu Cream, <em>Badge</em>, disembunyikannya lewat sosok &#8220;bidadari misterius&#8221;: L&#8217;Angelo Misterioso</p>
<p>Sebagian lagi menerapkan Pseudonym demi mempertegas &amp; memperkuat imej yang hendak diusung ke publik. Brian Hugh Warner pastinya punya ide tertentu ketika memilih predikat baru Marilyn Manson yang notabene merupakan gabungan dari nama bintang film sensual Marlyin Monroe dengan pembunuh berantai nan berdarah dingin Charles Manson. Masuk akal banget. Coba saja bandingkan antara Simon John Ritchie dengan Sid Vicious, John Joseph Lydon dengan Johnny Rotten, Christopher Millar dengan Rat Scabies (The Damned), mana lebih kental kadar &#8220;Punk&#8221;nya? You tell me.
</p>
<p style="text-align: left;">Varian lain dari Pseudonym yang digunakan beberapa musisi adalah <strong>Anagram</strong>. Yang ini semata permainan kata. Pernah tahu Kajagoogoo? (Belum pernah? Wah, gawat neh. Sudahi dulu dengerin d&#8217;Masiv. Kurang sehat kalo melulu diberondong karya jiplakan kayak gitu, fren) Anyway, biduan kelompok asal Inggris itu namanya Limahl. Benar, Limahl adalah improvisasi dari Hamill&#8212;nama lengkapnya Christopher Hamill. Vokalis The Doors, Jim Morrison, sempat juga beranagram. Di salah satu gita tenar mereka, <a href="http://www.metrolyrics.com/la-woman-lyrics-the-doors.html"><em>L.A. Woman</em></a>, ia berwujud sebagai &#8220;Mr. Mojo Risin&#8217;&#8221;.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Kajagoogoo.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1410];player=img;" title="Kajagoogoo"><img class="alignnone size-full wp-image-1416" title="Kajagoogoo" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/Kajagoogoo.jpg" alt="Kajagoogoo" /></a><br />
<em>Christopher Hamill (baju merah) di masa Kajagoogoo</em></p>
<p>Di bawah ini saya beberkan sebagian identitas sejati, apa dan siapa, di jazirah Rock &#8216;n&#8217; Roll.</p>
<p>Dee Dee Ramone &#8211; Douglas Colvin<br />
Joey Ramone &#8211; Jeffrey Hyman<br />
Johnny Ramone &#8211; John Cummings<br />
Marky Ramone &#8211; Marc Bell<br />
Tommy Ramone &#8211; Tommy Erdelyi<br />
CJ Ramone &#8211; Christopher Joseph Ward<br />
Richie Ramone &#8211; Richard Reinhardt<br />
King Adrock (Beastie Boys) &#8211; Adam Horovitz<br />
MCA (Beastie Boys) &#8211; Adam Yauch<br />
Tori Amos &#8211; Myra Ellen Amos<br />
Adam Ant — Stuart Leslie Goddard<br />
Stiv Bators (Dead Boys) &#8211; Steven John Bator<br />
Frank Black (The Pixies) &#8211; Charles Michael Kitridge Thompson IV<br />
Bono (U2) &#8211; Paul David Hewson<br />
David Bowie &#8211; David Robert Jones<br />
50 Cent- Curtis Jackson<br />
Captain Sensible (The Damned) &#8211; Ray Burns<br />
Elvis Costello &#8211; Declan Patrick McManus<br />
Chuck D (Public Enemy) &#8211; Carlton Ridenhour<br />
Flavor Flav (Public Enemy) &#8211; William Drayton<br />
Glenn Danzig (Misfits) &#8211; Glenn Allen Anzalone<br />
Tré Cool (Green Day) &#8211; Frank Edwin Wright III<br />
Alice Cooper &#8211; Vincent Damon Furnier<br />
C. C. DeVille (Poison) &#8211; Bruce Anthony Johannesson<br />
Ronnie James Dio (Dio) &#8211; Ronald James Padavona<br />
Dr. Dre (N.W.A.) &#8211; André Romel Young<br />
Eazy-E (N.W.A.) &#8211; Eric Lynn Wright<br />
The Edge (U2) &#8211; David Howell Evans<br />
Jello Biafra (Dead Kennedys) &#8211; Eric Boucher<br />
Eminem &#8211; Marshall Bruce Mathers III<br />
Flea &#8211; Michael Balzary<br />
Serge Gainsbourg &#8211; Lucien Ginzburg<br />
Ghostface Killah (Wu-Tang Clan) &#8211; Dennis Coles<br />
MC Hammer &#8211; Stanley Kirk Burrell<br />
Ice Cube &#8211; O&#8217;Shea Jackson<br />
Ice T &#8211; Tracy Marrow<br />
Billy Idol &#8211; William Michael Albert Broad<br />
Lux Interior (The Cramps) &#8211; Erick Lee Purkhiser<br />
Kid Rock &#8211; Robert Ritchie<br />
Yngwie Malmsteen &#8211; Lars Johann Yngve Lannerbäck<br />
Meat Loaf &#8211; Marvin Lee Aday<br />
Ozzy Osbourne (Black Sabbath) &#8211; Jonathan Michael Osbourne<br />
Pink &#8211; Alicia Beth Moore<br />
Queen Latifah &#8211; Dana Elaine Owens<br />
Twiggy Ramirez (Marilyn Manson) &#8211; Jeordie Francis White<br />
Lee Rocker (Stray Cats) &#8211; Leon Drucker<br />
Axl Rose (Guns &#8216;N Roses) &#8211; William Bruce Bailey<br />
Sting (The Police) &#8211; Gordon Matthew Sumner<br />
Vanilla Ice &#8211; Robert Van Winkle<br />
Rob Zombie (White Zombie) &#8211; Robert Cummings</p>
<p>Apakah di grup band anda juga mempraktekkan Pseudonym?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/wtf-anagrammatic-pop-pseudonym/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>100 Vokalis Metal Terbesar Sepanjang Masa</title>
		<link>http://www.musikator.com/100-vokalis-metal-terbesar-sepanjang-masa/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/100-vokalis-metal-terbesar-sepanjang-masa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 13:08:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1398</guid>
		<description><![CDATA[Saat iseng berselancar di jagat virtual, saya menemukan daftar yang dibikin oleh Hit Parader: Top 100 Metal Vocalists of All Time. Majalah terbitan Amerika Serikat yang telah terbit sejak 1943 ini&#8212;entah sekarang masih eksis atau tidak, wallahuallam, sebab edisi terakhir yang saya bisa lacak adalah November 2008&#8212;memang terkenal doyan bikin aneka peringkat. Top 100 Guitarists, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2F100-vokalis-metal-terbesar-sepanjang-masa%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2F100-vokalis-metal-terbesar-sepanjang-masa%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Saat iseng berselancar di jagat virtual, saya menemukan daftar yang dibikin oleh Hit Parader: Top 100 Metal Vocalists of All Time. Majalah terbitan Amerika Serikat yang telah terbit sejak 1943 ini&#8212;entah sekarang masih eksis atau tidak, wallahuallam, sebab edisi terakhir yang saya bisa lacak adalah November 2008&#8212;memang terkenal doyan bikin aneka peringkat. Top 100 Guitarists, Top 100 Metal Bands, Top 100 Bassists &amp; Drummers, dsb.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/hitparadernovdec2008.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1398];player=img;" title="hitparadernovdec2008"><img class="size-full wp-image-1399 aligncenter" title="hitparadernovdec2008" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/hitparadernovdec2008.jpg" alt="Hit Parader" /></a>Tentu, ajang penentuan rangking macem begini kerap memunculkan kontroversi. Sering melahirkan debat berkepanjangan. Misalnya urut-urutan 100 Biduan Metal Terbaik Sepanjang Sejarah ini, saya amat yakin&#8212;utamanya generasi muda era millenium&#8212;bakal masif mempertanyakan kenapa kok sosok seperti Mick Jagger, Rod Stewart, David Bowie, juga Gavin Rossdale, turut disertakan di situ.</p>
<p>Rod Stewart? Metal? <em>Huh</em>?</p>
<p>Oke, silakan dah simak susunan nama-nama berikut. Kemukakan pendapat anda&#8212;puji, acungi jempol, protes, cela, sumpahi&#8212;jika memang ada yang patut direspons. Metal up yer ass!</p>
<p>01. Robert Plant<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/RobertPlantLedZep.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1398];player=img;" title="RobertPlant&amp;LedZep"><img class="alignnone size-full wp-image-1401" title="RobertPlant&amp;LedZep" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/RobertPlantLedZep.jpg" alt="Robert Plant" /></a> <em><br />
Robert Plant semasih bersama Led Zeppelin</em></p>
<p>02. Rob Halford<br />
03. Steven Tyler<br />
04. Chris Cornell<br />
05. Bon Scott<br />
06. Freddie Mercury<br />
07. Bruce Dickinson<br />
08. Ozzy Osbourne<br />
09. Paul Rodgers<br />
10. Ronnie James Dio<br />
11. Axl Rose<br />
12. Sammy Hagar<br />
13. Geddy Lee<br />
14. Geoff Tate<br />
15. Mick Jagger<br />
16. Jonathan Davis<br />
17. Roger Daltrey<br />
18. Paul Stanley<br />
19. David Lee Roth<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/DiamondDave.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1398];player=img;" title="DiamondDave"><img class="alignnone size-full wp-image-1405" title="DiamondDave" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/DiamondDave.jpg" alt="David Lee Roth" /></a> <em><br />
Diamond Dave&#8212;2nd from left&#8212;is about to Jump!</em></p>
<p>20. Kurt Cobain<br />
21. Maynard James Keenan<br />
22. Klaus Meine<br />
23. Eddie Vedder<br />
24. James Hetfield<br />
25. Trent Reznor<br />
26. Serj Tankian<br />
27. Layne Staley<br />
28. Steve Perry<br />
29. Gene Simmons<br />
30. Joe Elliott<br />
31. Jon Bon Jovi<br />
32. Alice Cooper<br />
33. Vince Neil<br />
34. Steve Marriott<br />
35. Lajon Witherspoon<br />
36. Sebastian Bach<br />
37. Philip Anselmo<br />
38. Zack De La Rocha<br />
39. Brian Johnson<br />
40. Bret Michaels<br />
41. Udo Dirkschneider<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/UdoDirkschneider.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1398];player=img;" title="UdoDirkschneider"><img class="alignnone size-full wp-image-1402" title="UdoDirkschneider" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/UdoDirkschneider.jpg" alt="Udo Dirkschneider" /></a> <em><br />
Udo, kedua dari kiri, di era Accept</em></p>
<p>42. David Draiman<br />
43. Ian Gillan<br />
44. Marilyn Manson<br />
45. Jeff Keith<br />
46. Chester Bennington<br />
47. Sully Erna<br />
48. Lemmy Kilmister<br />
49. Aaron Lewis<br />
50. Brett Scallions<br />
51. Chino Moreno<br />
52. Rob Zombie<br />
53. Anthony Kiedis<br />
54. David Coverdale<br />
55. Gary Cherone<br />
56. Andrew Wood<br />
57. Scott Weiland<br />
58. Tom Araya<br />
59. Phil Lynnot<br />
60. Rod Stewart<br />
61. Scooter Ward<br />
62. Ray Davies<br />
63. Sonny Sandoval<br />
64. David Bowie<br />
65. Joan Jett<br />
66. Josey Scott<br />
67. Perry Farrell<br />
68. Scott Stapp<br />
69. Amy Lee<br />
70. Don Dokken<br />
71. Fred Durst<br />
72. Mike Shinoda<br />
73. Pepper Keenan<br />
74. Dez Fafara<br />
75. Gavin Rossdale<br />
76. Blackie Lawless<br />
77. Dave Wyndorf<br />
78. Ann Wilson<br />
79. Jimi Hendrix<br />
80. Ville Valo<br />
81. Peter Steele<br />
82. Dave Williams<br />
83. Dee Snider<br />
84. Joe Lynn Turner<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/JoeLynnTurnerRainbow.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1398];player=img;" title="JoeLynnTurner&amp;Rainbow"><img class="alignnone size-full wp-image-1404" title="JoeLynnTurner&amp;Rainbow" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/JoeLynnTurnerRainbow.jpg" alt="Joe Lynn Turner" /></a><br />
<em>Joe Lynn Turner&#8212;tebak yang mana&#8212;bersama Rainbow</em></p>
<p>85. King Diamond<br />
86. Corey Taylor<br />
87. Jamey Jasta<br />
88. Justin Hawkins<br />
89. Dave Mustaine<br />
90. Ian Astbury<br />
91. Stephen Pearcy<br />
92. Phil Mogg<br />
93. Biff Byford<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/BiffByford.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1398];player=img;" title="BiffByford"><img class="alignnone size-full wp-image-1403" title="BiffByford" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/BiffByford.jpg" alt="Biff Byford" /></a> <em><br />
Never Surrender, otobiografi vokalis Saxon, Biff Byford</em></p>
<p>94. Cristina Scabbia<br />
95. Dani Filth<br />
96. Wes Scantlin<br />
97. Tim “Ripper” Owens<br />
98. Joshua Todd<br />
99. Kevin Dubrow<br />
100. Ray Gillen<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/RayGillenBadlands.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1398];player=img;" title="RayGillen&amp;Badlands"><img class="alignnone size-full wp-image-1406" title="RayGillen&amp;Badlands" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/RayGillenBadlands.jpg" alt="Ray Gillen &amp; Badlands" /></a> <em><br />
Ray Gillen, paling kanan, saat di Badlands</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/100-vokalis-metal-terbesar-sepanjang-masa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sampul Album Rock Bersejarah: LOVEHUNTER</title>
		<link>http://www.musikator.com/sampul-album-rock-bersejarah-lovehunter/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/sampul-album-rock-bersejarah-lovehunter/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 11:02:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1373</guid>
		<description><![CDATA[Setelah cabut dari Deep Purple, David Coverdale segera saja membentuk WHITESNAKE lalu berturut-turut merilis Snakebite serta Trouble di tahun yang sama, 1978. Namun dalam konteks sensasi&#8212;sanggup membelalakkan mata publik, to be precise&#8212;adalah karya mereka yang terbit pada 1979, Lovehunter. Chris Achilleos, sang kreator, pertama kali dikontak oleh manajemen Whitesnake. Pria kelahiran Cyprus yang bahkan tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fsampul-album-rock-bersejarah-lovehunter%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fsampul-album-rock-bersejarah-lovehunter%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/whitesnake-lovehunter.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1373];player=img;" title="whitesnake-lovehunter"><img class="size-full wp-image-1374 aligncenter" title="whitesnake-lovehunter" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/whitesnake-lovehunter.jpg" alt="Whitesnake - Lovehunter" /></a>Setelah cabut dari Deep Purple, David Coverdale segera saja membentuk WHITESNAKE lalu berturut-turut merilis <em><strong>Snakebite</strong></em> serta <em><strong>Trouble</strong></em> di tahun yang sama, 1978. Namun dalam konteks sensasi&#8212;sanggup membelalakkan mata publik, to be precise&#8212;adalah karya mereka yang terbit pada 1979, <em><strong>Lovehunter</strong></em>.</p>
<p><a href="http://www.chrisachilleos.co.uk/main/home/index.html">Chris Achilleos</a>, sang kreator, pertama kali dikontak oleh manajemen Whitesnake. Pria kelahiran Cyprus yang bahkan tak kenal siapa Whitesnake menyanggupi saja. Dia cuma berpikir bahwa ini pasti sebuah projek yang menjanjikan.</p>
<blockquote><p>I got a call from Whitesnake&#8217;s management, saying that they wanted me to go and see them. I didn&#8217;t know anything about Whitesnake, but I thought it would be a good project</p></blockquote>
<p>Pelukis dan ilustrator ini diperlihatkan logo Whitesnake serta diminta menggambar cewek semlohai dengan ular putih raksasa. Chris spontan mengiyakan.</p>
<blockquote><p>They showed me the logo and said they wanted a sexy girl with a giant white snake! Yeah, I can do that all right!</p></blockquote>
<p>Dalam waktu singkat Chris menyelesaikan tugasnya. Saat diperlihatkan pada para personel band, gampang diduga, David &amp; rekan instan girang akan hasil kerja Chris. Cuman ada satu protes yang muncul: kok ularnya tidak berwarna putih?</p>
<blockquote><p>They were happy with it, except they said that the snake wasn&#8217;t white!</p></blockquote>
<p>Chris berkilah paling tidak sudah &#8220;nyerempet&#8221; putihlah. Lagipula, tampilannya sudah masuk kategori gahar.</p>
<blockquote><p>Well, it&#8217;s white-<em>ish</em>. I didn&#8217;t want to paint a white tube. It wouldn&#8217;t look so exciting. It&#8217;s a fantasy snake. It&#8217;s got horns and all sorts of other shits, and that&#8217;s what makes it unique</p></blockquote>
<p>Argumen diterima. Beres. Lovehunter langsung dilempar ke pasar. Wih, tanpa disangka hasil kreasi Chris ini di kemudian hari mengundang kontroversi. Utamanya oleh para feminis. Artwork-nya dianggap sexist. Selain itu ketika orang membelinya kerap harus dibungkus tas kertas coklat dulu, mungkin maksudnya untuk meminimalkan reaksi miring dari publik.</p>
<p>Chris sendiri menolak dituduh bersikap sexist. Dia agak ngeles seraya bilang bahwa itu semua semata dalam konteks fantasi. Juga, di sisi lain, masih kata Chris, toh apa yang dibuatnya itu semacam bentuk penghargaan pada keindahan tubuh wanita.</p>
<blockquote><p>One reporter said that it was sexist, but it&#8217;s not, is it? I think it compliments the female form. I was always mixing up images of girls with reptilian stuff. This was another fantasy piece. It&#8217;s the arse that does it, isn&#8217;t it? It&#8217;s a very sexy arse&#8230;</p></blockquote>
<p>Karya adiluhung Chris lainnya adalah poster dari film legendaris&#8212;dalam konteks metalheads, mind you&#8212;, Heavy Metal. I bet you&#8217;re pretty familiar with this one below&#8230;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/heavy-metal.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1373];player=img;" title="heavy-metal"><img class="size-full wp-image-1375 aligncenter" title="heavy-metal" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/06/heavy-metal.jpg" alt="Heavy Metal movie poster" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/sampul-album-rock-bersejarah-lovehunter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lolot: Dulu, Emocore, &amp; Sekarang</title>
		<link>http://www.musikator.com/lolot-dulu-emocore-sekarang/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/lolot-dulu-emocore-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 01:43:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1338</guid>
		<description><![CDATA[Made Bawa. Menyebut nama itu, kemungkinan besar orang bakal bengong, bingung siapa sosok tersebut. Tapi jika menyebut satu nama ini: LOLOT, maka publik&#8212;khususnya di Bali&#8212;yang tadinya riuh menyumpahi plagiarisme D&#8217;Masiv, spontan bakal terperanjat terhenyak terdiam. Di Bali, tempatnya lahir dan dibesarkan, Lolot adalah legenda. Lebih tepat lagi: legenda hidup. Sebutan tersebut rasanya pantas disandangkan kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Flolot-dulu-emocore-sekarang%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Flolot-dulu-emocore-sekarang%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/lolot02.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1338];player=img;" title="lolot02"><img class="size-full wp-image-1340 aligncenter" title="lolot02" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/lolot02.jpg" alt="Lolot 02" /></a>Made Bawa. Menyebut nama itu, kemungkinan besar orang bakal bengong, bingung siapa sosok tersebut. Tapi jika menyebut satu nama ini: LOLOT, maka publik&#8212;khususnya di Bali&#8212;yang tadinya riuh menyumpahi plagiarisme D&#8217;Masiv, spontan bakal terperanjat terhenyak terdiam.</p>
<p>Di Bali, tempatnya lahir dan dibesarkan, Lolot adalah legenda. Lebih tepat lagi: legenda hidup. Sebutan tersebut rasanya pantas disandangkan kepada pria asli Denpasar itu. Simak cermat statistik berikut: Lolot mampu menjual hingga 60.000&#8212;beberapa sumber malah menyebut 75.000&#8212;keping untuk album debutnya yang terbit pada bulan April 2003, <em><strong>Gumine Mangkin</strong></em>. Yang mencengangkan adalah bahwa karyanya ini seluruhnya berbahasa Bali serta jauh dari Oriental bin Melayu nan mendayu-dayu (tipikal musik Bali sejak era baheula hingga saat itu). Lolot dengan gagah berani mengusung Punk Rock. Wih. Tak siapa pun pernah menduga sambutan publik bakal sebegitu gempita: sixty friggin&#8217; thousand copies, damn! Belum pernah rasanya ada artis Bali sebelum Lolot mampu semenjulang itu menjual album rekaman.</p>
<p>Efek samping luar biasa lainnya adalah sejak saat itu musik berlirik Bali tak lagi dianggap &#8220;kampring&#8221; terutama oleh publik muda urban. Mendadak saja mendengarkan lagu Bali menjadi sebuah ritual baru yang cool. Dan fenomena kesuksesan Lolot ini instan menginspirasi masyarakat untuk mengekspresikan dirinya. Musik Bali bak terjengkang bangun dari tidurnya. Biduan lawas serta artis karbitan, seniman dan bukan seniman, kecil, besar, tua juga muda, semua tergerak menulis lagu lalu merekamnya di studio kemudian mengedarkannya ke masyarakat luas. Genre musiknya juga beragam. Ada yang membebek Lolot memainkan Punk Rock&#8212;Lolot menyebutnya secara khusus sebagai &#8220;Bali Rock Alternative&#8221;. Ada yang memilih Hip Hop. Ada yang mencoba Reggae. Ada yang mempraktekkan Heavy Metal. Ada yang keukeuh konservatif mendayu-dayu.<br />
<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/lolotbalirockalternative.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1338];player=img;" title="lolotbalirockalternative"><img class="size-full wp-image-1341 aligncenter" title="lolotbalirockalternative" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/lolotbalirockalternative.jpg" alt="Lolot Bali Rock Alternative" /></a>Lolot menjadi ikon Musik Bali yang amat unik. Cadas, liar dan apa adanya. Lewat Gumine Mangkin Lolot bertransformasi menjadi idola anak muda baru. Tidak cuma di kalangan orang kebanyakan. Dukungan yang muncul dari kubu underground pun kuat. Benar, jika menilik masa lalunya, Lolot tergolong veteran di skena bawah tanah Denpasar. Sebut saja misalnya keterlibatan dia di awal kemunculan SUPERMAN IS DEAD di mana Lolot merupakan pemain bas paling pertama kala SID masih menggunakan nama Superman&#8217;s Silvergun. Lolot juga kerap beraksi di lusinan konser D.I.Y. memainkan Death Metal (!). Pula, bersama saya (ahem), circa 1999, kita pernah tergabung di kelompok EMOCORE REVOLVER&#8212;saya di seksi teriak, Lolot menyayat gitar&#8212;menggotong Emotionally-Charged-Hardcore Rap, dan malah sempat melahirkan dua single segala (salah satu tembang tersebut bisa disimak-dan-unduh di sini). Juga dengan Igo, mereka dulu rutin berkeliling kampus menyenandungkan Bon Jovi dan sebangsanya. Pendeknya: impresif.</p>
<p>Dengan sokongan gigantik dari figur-figur terhormat macam Gus Mantra sebagai manajer, serta musisi berbakat rekan satu band yaitu Lanang, Denny, &amp; Donny; popularitas Lolot meroket duhai tinggi sekali. Tak cuma besar dalam skala lokal. Tapi juga lintas daerah. Lolot riuh dibicarakan utamanya gara-gara kuantitas penjualan albumnya yang ajaib. Sepertinya Lolot adalah satu dari sejuta&#8212;atau sepuluh juta?&#8212;seniman berbahasa daerah yang sanggup mencapai tingkat keludesan sefenomenal itu.</p>
<p>Album ke berikutnya menyusul kemudian: <em><strong>Bali Rock Alternative</strong></em> (Mei 2004), <em><strong>Meong Garong</strong></em> (Juni 2005), <em><strong>The Best of Lolot</strong></em> (Juli 2006), serta <em><strong>Saling Caplok</strong></em> (Mei 2007). Respons yang didapatkan cenderung beragam. Lucunya sambutan hangat dari masyarakat tendensinya justru terus menurun, mendingin. Pamor mengkilat Lolot pelan tapi pasti makin meredup dari hari ke hari. Sejawat di band-nya pun memisahkan diri, membentuk kelompok lain dengan biduan baru. Pihak manajemen juga melepaskan ikatan profesionalnya. Whew. Dihadapkan pada dinamika sedemikian liar Made Bawa memilih untuk menjauh dari blantika musik. Dia menyepi menghindari publisitas. Segala rumor yang berkembang tidak terlalu ditanggapinya. Lolot memutuskan vakum.</p>
<p><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/lolot01.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1338];player=img;" title="lolot01"><img class="size-full wp-image-1339 aligncenter" title="lolot01" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/lolot01.jpg" alt="Lolot 01" /></a>Vakum? Vakum untuk sementara, maksudnya. Sebab Lolot masih bergairah besar menggeluti musik. Selama menjalani proses alienasinya dengan jagat raya Lolot mengurung diri di studionya dan menulis tembang-tembang baru. Musikator mendapatkan kehormatan memperoleh bocoran 2 karyanya&#8212;masih versi mentah, tapi lumayanlah buat ngobatin rindu&#8212;yang bakal disertakan di album barunya yang direncanakan terbit pertengahan tahun ini. Yang seru, di albumnya nanti Lolot akan juga menyelipkan lagu berlirik Indonesia. Salah satunya bisa didengar/unduh di sini, bertajuk <em>Pesta</em>. Selain itu kami dari Musikator juga menghadiahi Musikatorians sepasang lagu lawas dari Lolot untuk sekadar sentimental journey, <em>Tresna Memaksa</em> dan <em>Bangsat</em>. Yang lain adalah <em>Confrontational Behaviour</em>, saat saya bareng Lolot masih dalam satu kelompok, Emocore Revolver.</p>
<p>Mari bersulang untuk Lolot!</p>
<p>[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=4vPXEXarQEY[/youtube]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/lolot-dulu-emocore-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>65</slash:comments>
			<enclosure url="http://www.musikator.com/audio/Lolot%20-%20Pesta.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
		<itunes:duration>0:00:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>
			
				
			
		
Made Bawa. Menyebut nama itu, kemungkinan besar orang bakal bengong, bingung siapa sosok tersebut. Tapi jika menyebut satu nama ini: LOLOT, maka publik—khususnya di Bali—yang tadinya riuh menyumpahi plagiarisme D’M[...]</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>
			
				
			
		
Made Bawa. Menyebut nama itu, kemungkinan besar orang bakal bengong, bingung siapa sosok tersebut. Tapi jika menyebut satu nama ini: LOLOT, maka publik—khususnya di Bali—yang tadinya riuh menyumpahi plagiarisme D’Masiv, spontan bakal terperanjat terhenyak terdiam.
Di Bali, tempatnya lahir dan dibesarkan, Lolot adalah legenda. Lebih tepat lagi: legenda hidup. Sebutan tersebut rasanya pantas disandangkan kepada pria asli Denpasar itu. Simak cermat statistik berikut: Lolot mampu menjual hingga 60.000—beberapa sumber malah menyebut 75.000—keping untuk album debutnya yang terbit pada bulan April 2003, Gumine Mangkin. Yang mencengangkan adalah bahwa karyanya ini seluruhnya berbahasa Bali serta jauh dari Oriental bin Melayu nan mendayu-dayu (tipikal musik Bali sejak era baheula hingga saat itu). Lolot dengan gagah berani mengusung Punk Rock. Wih. Tak siapa pun pernah menduga sambutan publik bakal sebegitu gempita: sixty friggin’ thousand copies, damn! Belum pernah rasanya ada artis Bali sebelum Lolot mampu semenjulang itu menjual album rekaman.
Efek samping luar biasa lainnya adalah sejak saat itu musik berlirik Bali tak lagi dianggap “kampring” terutama oleh publik muda urban. Mendadak saja mendengarkan lagu Bali menjadi sebuah ritual baru yang cool. Dan fenomena kesuksesan Lolot ini instan menginspirasi masyarakat untuk mengekspresikan dirinya. Musik Bali bak terjengkang bangun dari tidurnya. Biduan lawas serta artis karbitan, seniman dan bukan seniman, kecil, besar, tua juga muda, semua tergerak menulis lagu lalu merekamnya di studio kemudian mengedarkannya ke masyarakat luas. Genre musiknya juga beragam. Ada yang membebek Lolot memainkan Punk Rock—Lolot menyebutnya secara khusus sebagai “Bali Rock Alternative”. Ada yang memilih Hip Hop. Ada yang mencoba Reggae. Ada yang mempraktekkan Heavy Metal. Ada yang keukeuh konservatif mendayu-dayu.
Lolot menjadi ikon Musik Bali yang amat unik. Cadas, liar dan apa adanya. Lewat Gumine Mangkin Lolot bertransformasi menjadi idola anak muda baru. Tidak cuma di kalangan orang kebanyakan. Dukungan yang muncul dari kubu underground pun kuat. Benar, jika menilik masa lalunya, Lolot tergolong veteran di skena bawah tanah Denpasar. Sebut saja misalnya keterlibatan dia di awal kemunculan SUPERMAN IS DEAD di mana Lolot merupakan pemain bas paling pertama kala SID masih menggunakan nama Superman’s Silvergun. Lolot juga kerap beraksi di lusinan konser D.I.Y. memainkan Death Metal (!). Pula, bersama saya (ahem), circa 1999, kita pernah tergabung di kelompok EMOCORE REVOLVER—saya di seksi teriak, Lolot menyayat gitar—menggotong Emotionally-Charged-Hardcore Rap, dan malah sempat melahirkan dua single segala (salah satu tembang tersebut bisa disimak-dan-unduh di sini). Juga dengan Igo, mereka dulu rutin berkeliling kampus menyenandungkan Bon Jovi dan sebangsanya. Pendeknya: impresif.
Dengan sokongan gigantik dari figur-figur terhormat macam Gus Mantra sebagai manajer, serta musisi berbakat rekan satu band yaitu Lanang, Denny, &amp; Donny; popularitas Lolot meroket duhai tinggi sekali. Tak cuma besar dalam skala lokal. Tapi juga lintas daerah. Lolot riuh dibicarakan utamanya gara-gara kuantitas penjualan albumnya yang ajaib. Sepertinya Lolot adalah satu dari sejuta—atau sepuluh juta?—seniman berbahasa daerah yang sanggup mencapai tingkat keludesan sefenomenal itu.
Album ke berikutnya menyusul kemudian: Bali Rock Alternative (Mei 2004), Meong Garong (Juni 2005), The Best of Lolot (Juli 2006), serta Saling Caplok (Mei 2007). Respons yang didapatkan cenderung beragam. Lucunya sambutan hangat dari masyarakat tendensinya justru terus menurun, mendingin. Pamor mengkilat Lolot pelan tapi pasti makin meredup dari hari ke hari. Sejawat di band-nya pun memisahkan diri, membentuk kelompok lain dengan biduan baru. Pihak manajemen juga melepaskan ikatan profesionalnya. Whew. Dihadapkan pada dinamika sedem[...]</itunes:summary>
		<itunes:keywords>News</itunes:keywords>
		<itunes:author>robinmalau@gmail.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>no</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>WTF: Dreadlocked to Death</title>
		<link>http://www.musikator.com/wtf-dreadlocked-to-death/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/wtf-dreadlocked-to-death/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 01:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1335</guid>
		<description><![CDATA[Sejawat Musikatorian sekalian&#8212;baik yang menganggap Angkasa Band &#38; D&#8217;Masiv sebagai tukang jiplak, maupun yang membelanya dan menyebutnya sekadar &#8220;terinspirasi&#8221;&#8212;anda pasti kenal dong dengan Bob Marley? Selain kerap diidentikkan dengan warna hijau, kuning, dan oranye; sang Eyang Kakung-nya Reggae itu juga selalu tampil dengan gaya khas: rambut gimbal.Tatanan rambut semacam itu di Indonesia populer dengan julukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fwtf-dreadlocked-to-death%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fwtf-dreadlocked-to-death%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Sejawat Musikatorian sekalian&#8212;baik yang menganggap Angkasa Band &amp; D&#8217;Masiv sebagai tukang jiplak, maupun yang membelanya dan menyebutnya sekadar &#8220;terinspirasi&#8221;&#8212;anda pasti kenal dong dengan Bob Marley? Selain kerap diidentikkan dengan warna hijau, kuning, dan oranye; sang Eyang Kakung-nya Reggae itu juga selalu tampil dengan gaya khas: rambut gimbal.<a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/bobmarley.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1335];player=img;" title="bobmarley"><img class="size-full wp-image-1336 aligncenter" title="bobmarley" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/bobmarley.jpg" alt="Bob Marley" /></a>Tatanan rambut semacam itu di Indonesia populer dengan julukan &#8220;rambut Rasta&#8221;. Memang benar, gaya rambut tersebut punya keterkaitan dengan gerakan Rastafari, namun istilah yang paling umum dan pas adalah: Dreadlocks. Ada juga yang menamakannya &#8220;locks&#8221;, sebagian lagi &#8220;dreads&#8221;. Musisi di Indonesia yang ber-Dreadlocks bisa diidentifikasi di antaranya&#8212;he&#8217;s my ultra fave Reggae MC&#8212;Ras Muhamad. Pula sahabat saya, Igo, dulunya doi sempat bergaya Locks juga.</p>
<p>Jika dirunut ke belakang, sejarah gaya rambut ini diawali di Afrika utamanya peradaban Mesir kuno. Beberapa mumi yang ditemukan tampak telah ber-Dreadlocks. Sementara Sheikh Ibrahima Fall (1855 &#8211; 1930), pemrakarsa gerakan Baye Fall di Senegal, mengklaim dirinya sebagai pengusung dreads paling pertama di Afrika Barat. Tapi yang tercatat sebagai pelopor pengguna istilah Dreadlocks adalah pengikut Young Black Faith, sekte awal dari Rastafari, pada 1950-an.</p>
<p>Alasan orang bergaya Dreadlocks pada mulanya adalah soal religi, berlandaskan alasan spiritual yang kuat. Kaum Rastafari punya kepercayaan membiarkan yang di tubuh &#8220;apa adanya&#8221; (whole). Rambut pengikut Rastafari yang rata-rata kriwil dibiarkan tumbuh natural dan pantang diganggugugat (itu kenapa Bob Marley menolak mengobati kanker di ibu jari kakinya&#8212;padahal kemungkinan besar kematiannya bisa dicegah. Bob Marley menganggap jika kanker tersebut diamputasi maka dia telah khianat pada konsep &#8220;whole&#8221; tersebut).</p>
<p>Sejalan dengan perkembangan jaman, mode rambut ini diadopsi oleh budaya Barat&#8212;dan kemudian berkembang menjadi bagian penting dari fashion. Masuknya lewat wabah Reggae pada era 70-an. Di masa sekarang gaya rambut Dreadlocks ini digunakan sebagai penegas identitas oleh kalangan skena musik tertentu. Penggiat Crust Punk, Hyphy rapper serta Cybergoth rata-rata ber-Dreadlocks guna memperteguh citranya.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/kornmsktr.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1335];player=img;" title="kornmsktr"><img class="size-full wp-image-1337 aligncenter" title="kornmsktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/05/kornmsktr.jpg" alt="Korn" /></a><em>Korn (formasi lama) dengan berbagai varian Dreadlocks</em></p>
<p style="text-align: left;">____________________</p>
<p><span style="color: #ffff00;">*</span>Untuk teknik membuat Dreadlock silakan baca: <a href="http://fromgrandmaskitchen.com/Natural-Hair-Beauty/categories/Dreadlocks/Ways-to-Make-Dreadlocks/">Ways to Make Dreadlocks</a><br />
<span style="color: #ffff00;">*</span>Untuk ulasan gaya rambut lainnya silakan simak: <a href="http://www.musikator.com/wtf-pompadour-damour/">Pompadour d&#8217;Amour</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/wtf-dreadlocked-to-death/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Navicula: Lagu Baru “Menghitung Mundur” + Jakarta Tour</title>
		<link>http://www.musikator.com/navicula-lagu-baru-menghitung-mundur-jakarta-tour/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/navicula-lagu-baru-menghitung-mundur-jakarta-tour/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2009 04:11:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1306</guid>
		<description><![CDATA[The Green Grunge Gentlemen, NAVICULA, salah satu band terbaik Bali&#8212;salah satu band terbaik di Indonesia, jika bicara menurut selera saya&#8212;akan datang ke Jakarta untuk mengembalikan arah musik cadas Nusantara ke jalan yang benar. Robi, Dankie, Indra, &#38; Gembul bakal menginvasi ibukota pada Senin malam, 13 April 2009, di Prost Beer House, Kemang; juga Rabu malam, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fnavicula-lagu-baru-menghitung-mundur-jakarta-tour%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fnavicula-lagu-baru-menghitung-mundur-jakarta-tour%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>The Green Grunge Gentlemen, NAVICULA, salah satu band terbaik Bali&#8212;salah satu band terbaik di Indonesia, jika bicara menurut selera saya&#8212;akan datang ke Jakarta untuk mengembalikan arah musik cadas Nusantara ke jalan yang benar. Robi, Dankie, Indra, &amp; Gembul bakal menginvasi ibukota pada Senin malam, 13 April 2009, di Prost Beer House, Kemang; juga Rabu malam, 15 April 2009, di BB&#8217;s, Menteng + satu konser kejutan pada hari&#8230; well, I can&#8217;t tell you since it&#8217;s a surprise gig, ok?</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/grungegods2medium.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1306];player=img;" title="grungegods2medium"><img class="size-full wp-image-1310 aligncenter" title="grungegods2medium" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/grungegods2medium.jpg" alt="Grunge Gods 2" /></a><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/bbsmedium.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1306];player=img;" title="bbsmedium"><img class="alignnone size-full wp-image-1311" title="bbsmedium" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/bbsmedium.jpg" alt="Navicula live at BBs" /></a></p>
<p>Simak persuasi Robi kepada khalayak mengenai konser ini,</p>
<blockquote><p>Hello Kawan, sua lagi denganmu di Jakarta! Pada kesempatan ini kita mengajak kawan sekalian untuk bergabung dalam pesta besahaja kita bersama, pesta kaum penikmat musik ekspresionisme, para pejuang di scene oposisi, budaya tandingan, pendukung idealistik dan penjaga api passion dalam dunia musik tanah air, para pewaris esensi dari rock n roll, aktivis sosial dan global citizen yang open minded, pengumpul jejak sejarah, pengamat budaya nan sophisticated dan bijak, or just some angry kids who are gonna fuck anything! Anda merasa mewakili salah satu karakter di atas? Silakan berkumpul dan bersosialisasi untuk bertatap langsung dengan individu lain yang hanya dikenal lewat sms atau facebook, diskusi interaktif yang terstimulasi nikotin dan alkohol, atau melepas rindu akan kejayaan grunge/alternative rock yang tak pernah mati; mari.., dalam temaram kita habisi malam- tenggelam dalam nada yang kelam&#8230;</p>
<p>Kenakan flannel usang kalian dan bergabung di 2 gigs Navicula!</p></blockquote>
<p>Silakan pula diunduh satu lagu baru dari Navicula, <em>Menghitung Mundur</em>, yang nantinya akan jadi salah satu lagi dari album mereka ke berikutnya, <em><strong>Salto</strong></em>.</p>
<p></p>
<p>Grunge tidak mati. Oh, tidak. Tidak pernah. Tidak akan. Tidak bersedia.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1309" href="http://www.musikator.com/?attachment_id=1309"><br />
</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/navicula-lagu-baru-menghitung-mundur-jakarta-tour/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
			<enclosure url="http://www.musikator.com/audio/Navicula%20-%20Menghitung%20Mundur.mp3" length="1" type="audio/mpeg" />
		<itunes:duration>0:00:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>
			
				
			
		
The Green Grunge Gentlemen, NAVICULA, salah satu band terbaik Bali—salah satu band terbaik di Indonesia, jika bicara menurut selera saya—akan datang ke Jakarta untuk mengembalikan arah musik cadas Nusantara ke jalan yang[...]</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>
			
				
			
		
The Green Grunge Gentlemen, NAVICULA, salah satu band terbaik Bali—salah satu band terbaik di Indonesia, jika bicara menurut selera saya—akan datang ke Jakarta untuk mengembalikan arah musik cadas Nusantara ke jalan yang benar. Robi, Dankie, Indra, &amp; Gembul bakal menginvasi ibukota pada Senin malam, 13 April 2009, di Prost Beer House, Kemang; juga Rabu malam, 15 April 2009, di BB’s, Menteng + satu konser kejutan pada hari… well, I can’t tell you since it’s a surprise gig, ok?

Simak persuasi Robi kepada khalayak mengenai konser ini,
Hello Kawan, sua lagi denganmu di Jakarta! Pada kesempatan ini kita mengajak kawan sekalian untuk bergabung dalam pesta besahaja kita bersama, pesta kaum penikmat musik ekspresionisme, para pejuang di scene oposisi, budaya tandingan, pendukung idealistik dan penjaga api passion dalam dunia musik tanah air, para pewaris esensi dari rock n roll, aktivis sosial dan global citizen yang open minded, pengumpul jejak sejarah, pengamat budaya nan sophisticated dan bijak, or just some angry kids who are gonna fuck anything! Anda merasa mewakili salah satu karakter di atas? Silakan berkumpul dan bersosialisasi untuk bertatap langsung dengan individu lain yang hanya dikenal lewat sms atau facebook, diskusi interaktif yang terstimulasi nikotin dan alkohol, atau melepas rindu akan kejayaan grunge/alternative rock yang tak pernah mati; mari.., dalam temaram kita habisi malam- tenggelam dalam nada yang kelam…
Kenakan flannel usang kalian dan bergabung di 2 gigs Navicula!
Silakan pula diunduh satu lagu baru dari Navicula, Menghitung Mundur, yang nantinya akan jadi salah satu lagi dari album mereka ke berikutnya, Salto.

Grunge tidak mati. Oh, tidak. Tidak pernah. Tidak akan. Tidak bersedia.

</itunes:summary>
		<itunes:keywords>News</itunes:keywords>
		<itunes:author>robinmalau@gmail.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>no</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>WTF: Altamont Speedway Free Festival</title>
		<link>http://www.musikator.com/wtf-altamont-speedway-free-festival/</link>
		<comments>http://www.musikator.com/wtf-altamont-speedway-free-festival/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 03:24:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rudolf Dethu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Founder's Blog]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.musikator.com/?p=1295</guid>
		<description><![CDATA[Bagi sejawat Musikatorian yang telah lanjut usia (30 tahun ke atas), atau penggemar fanatik The Rolling Stones, atau punya ketertarikan gigantik pada so-called &#8220;Sex, Drugs &#38; Rock &#8216;n Roll&#8221;, pasti pernah menonton film dokumenter &#8220;Gimme Shelter&#8221; atau minimal sempat mendengar kisah legendaris tentang konser gratis pada 6 Desember 1969 di Altamont Speedway, California. Pertunjukan tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fwtf-altamont-speedway-free-festival%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.musikator.com%2Fwtf-altamont-speedway-free-festival%2F&amp;source=musikator&amp;style=normal&amp;service=bit.ly&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<p>Bagi sejawat Musikatorian yang telah lanjut usia (30 tahun ke atas), atau penggemar fanatik The Rolling Stones, atau punya ketertarikan gigantik pada so-called &#8220;Sex, Drugs &amp; Rock &#8216;n Roll&#8221;, pasti pernah menonton film dokumenter &#8220;Gimme Shelter&#8221; atau minimal sempat mendengar kisah legendaris tentang konser gratis pada 6 Desember 1969 di Altamont Speedway, California.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/gimmesheltermsktr.jpg" rel="shadowbox[sbpost-1295];player=img;" title="gimmesheltermsktr"><img class="size-full wp-image-1296 aligncenter" title="gimmesheltermsktr" src="http://www.musikator.com/wp-content/uploads/2009/04/gimmesheltermsktr.jpg" alt="Gimme Shelter documentary movie" /></a></p>
<p>Pertunjukan tanpa tiket&#8212;lebih populer dengan tajuk &#8220;Altamont Free Concert&#8221;&#8212;yang menghadirkan nama-nama besar macam Santana, Jefferson Airplane, The Flying Burrito Brothers, The Grateful Dead, Crosby, Stills, Nash, and Young; serta Mick Jagger &amp; co. sebagai penampil utama itu bukan saja mampu mengundang hingga 300 ribu orang untuk datang, seraya menyisipkan sisi tak terduga: 4 bayi dikabarkan lahir di arena konser, pula menyertakan sisi kelam: 2 orang tewas akibat kecelakaan bermotor, 1 orang tenggelam, dan&#8212;ini dia&#8212;1 orang terbunuh. Mari menyimak lebih jauh soal apa/siapa/kenapa sampai terjadi huru-hara berujung maut.</p>
<p>Tadinya pagelaran ini hendak diselenggarakan di Golden Gate Park di San Fransisco, namun karena alasan perijinan kemudian pindah ke Sears Point Raceway, mentok lagi, hingga akhirnya disepakati memakai Altamont Raceway. Hari dan tanggal penyelenggaran: Sabtu, 6 Desember 1969. Dan&#8212;menurut sebuah versi&#8212;atas rekomendasi The Grateful Dead, geng motor Hell&#8217;s Angels dipakai sebagai tenaga keamanan. Dengan koordinator lapangan Ralph &#8216;Sonny&#8217; Barger, ketua Hell&#8217;s Angels cabang Oakland. Dengan bayaran/barter segunung bir senilai 500 Dollar Amerika. Beberapa orang memberikan versi sama sekali berbeda, terutama Sam Cutler, road manager The Rolling Stones. Ia menolak anggapan bahwa Hell&#8217;s Angels memang disewa sebagai satuan pengaman.</p>
<blockquote><p>The only agreement there ever was &#8230; the Angels would make sure nobody tampered with the generators, but that was the extent of it. But there was no &#8216;They&#8217;re going to be the police force&#8217; or anything like that. That&#8217;s all bollocks</p></blockquote>
<p>Pada pra dan masa awal, situasi aman terkendali, konser berjalan relatif damai (thanks to booze, LSD, and amphetamine). Penonton, yang hampir seluruhnya hippies, bergembira&#8212;tepatnya &#8220;high&#8221;&#8212;menikmati ajang musik cuma cuma itu. Sementara di seberangnya gerombolan Hell&#8217;s Angels menikmati suguhan bir bebas beanya. Di pertengahan, suasana berangsur memburuk. Tensi mendaki naik, berubah panas. Mabuk, giting, halusinasi, paranoid, overdosis, campur aduk jadi satu. Penonton&#8212;sebagian membawa mawar merah, asli hippies abis&#8212;dan Hell&#8217;s Angels yang sebelumnya tata-tentram-kerta-raharja, riang ria dan protagonis, beralih menjadi buruk rupa dan antagonis. Mulai terjadi pertengkaran kecil dan sporadis antar satu sama lain. Keributan besar meledak ketika Denise Jewkes, personel band asal San Fransicso, Ace of Cups; yang saat itu sedang hamil 6 bulan, terjengkang dan mengalami gegar otak akibat terkena lemparan botol bir. Kondisi instan carut marut. Hell&#8217;s Angels merangsek penonton agar mundur agak menjauh dari panggung yang tak cukup tinggi untuk konser semasif itu. Dilanjutkan dengan munculnya seorang wanita tambun telanjang bulat dari barisan penonton mendesak memaksa maju mendekati panggung, menyenggol dan mendaki apa pun yang menghalanginya. Hell&#8217;s Angels naik pitam dan menghajarnya hingga pingsan. Hell&#8217;s Angels makin membabi buta mengerasi siapa saja saat salah satu motor mereka yang ditempatkan di depan panggung dijatuhkan oleh penonton. Marty Balin, anggota Jefferson Airplane, yang notabene adalah salah satu pengisi acara pun tak luput dari penganiayaan. Dia ditinju hingga semaput oleh satu dari awak Hell&#8217;s Angels. The Grateful Dead, yang dijadwalkan main setelah Crosby, Stills, Nash, and Young; merespons anarki ini dengan spontan meninggalkan arena dan membatalkan penampilannya.</p>
<p>Ketika Rolling Stones sebagai penampil terakhir mendapat giliran beraksi, Altamont bak paceklik positivitas. 3000 &#8211; 4000 orang terdesak ke bibir panggung. Banyak di antaranya yang berusaha naik ke panggung mencoba membebaskan diri dari iklim nan non kondusif tersebut. Mick Jagger, biduan The Rolling Stones, berusaha sedikit meredakan kekacauan,  dengan tanpa jeda menyerukan agar penonton tak saling dorong,</p>
<blockquote><p>Just be cool down in the front there, don&#8217;t push around</p></blockquote>
<p>Masuk tembang ke-3, <em>Sympathy for the Devil</em>, keributan terjadi lagi. Berhenti sebentar, atraksi dilanjutkan kembali. Sampai lagu nomor enam pementasan berjalan lumayan aman. Klimaks huru-hara pecah tatkala <em>Under My Thumb</em> baru saja dikumandangkan. Meredith Hunter, pria muda berusia 18 tahun, bergerak mendekati panggung walau&#8212;menurut kisah Porter Bibb, produser Gimme Shelter&#8212;sang pacar, Patty Bredahoff, merajuk memohon-mohon agar ia tetap tinggal di tempat. Meredith Hunter (dalam tayangan video pertama&#8212;lihat di bawah&#8212;menggunakan jaket hijau) yang notabene sedang &#8220;on&#8221; berat akibat methamphetamine dan berjalan duhai sempoyongan, terus saja maju ke depan. Tiba-tiba Meredith mengeluarkan revolver dari saku jaketnya. Patty lalu berusaha merampasnya. Khalayak yang berada di dekatnya otomatis ketakutan dan berusaha menjauhi. Alan Passaro, anggota Hell&#8217;s Angels yang kebetulan sedang di sekitar TKP segera melesat menghampiri, mencabut belati, dan menghujamkannya hingga 5 kali ke tubuh Meredith. Meredith langsung meregang nyawa, menghembuskan nafas terakhir (sebagian saksi mengatakan bahwa saat Meredith terjungkal ke tanah, kerabat Hell&#8217;s Angels yang lain beramai-ramai menzaliminya pula). Meredith Hunter konon hendak membidikkan pistol ke Mick Jagger semata gara-gara cemburu karena sepanjang pertunjukan sang pacar terus-terusan bilang naksir Mick Jagger.</p>
<p>Akibat perbuatannya Alan Passaro langsung ditangkap dan diinterogasi. Belakangan Alan Passaro dibebaskan setelah sebuah rekaman video mustajab membuktikan bahwa tindakan Alan Passaro sekadar mempertahankan diri.</p>
<p>Kerusuhan yang terjadi tak begitu disadari oleh The Rolling Stones, mereka hanya menonton dari atas panggung, bingung, mencoba menebak-nebak apa yang terjadi. Tak lama kemudian kontingen asal Inggris tersebut melanjutkan penampilannya sampai kelar 15 lagu. Di lain kesempatan Ralph &#8216;Sonny&#8217; Barger mengklaim bahwa The Rolling Stones bersedia meneruskan karena Sonny menyodorkan pistol ke Keith Richards serta mengancam akan membinasakannya jika sampai berani menyetop pertunjukan.</p>
<blockquote><p>You keep fuckin&#8217; playing or you&#8217;re dead</p></blockquote>
<p>No thanks to booze, LSD, and methamphetamine.</p>
<p>____________________</p>
<p>Saksikan video berikut (yang cenderung membela Hell&#8217;s Angels).<br />
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=7v9WcwTbErw[/youtube]</p>
<p>Dan yang ini lebih ringan, menampilkan suasana Altamont Free Concert, lebih menyoroti kultur Generasi Bunga, era 70-an, era &#8220;Sex, Drugs &amp; Rock &#8216;n&#8217; Roll&#8221;<br />
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=EC3cGiL6kow[/youtube]</p>
<p>____________________</p>
<p>Baca WTF edisi lampau <a href="http://www.musikator.com/wtf-mullet-mania/">di sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.musikator.com/wtf-altamont-speedway-free-festival/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

